
PRESMEDIA.ID– Proyek pembangunan Gedung Poli Rawat Jalan RSUD Bintan dengan nilai kontrak Rp35.451.169.842 dinyatakan selesai 100 persen.
Dengan selesainya proyek Gedung, Management RSUD Bintan akan segera menggunakan setelah melalui proses serah terima sementara (PHO) dari pihak kontraktor.
Manajemen RSUD Bintan menyatakan, akan segera memanfaatkan gedung sebagai pusat pelayanan rawat jalan setelah tahapan PHO dilakukan.
Selanjutnya, serah terima akhir (FHO) akan dilaksanakan setelah masa pemeliharaan proyek berakhir.
Saat ini, gedung poli rawat jalan tiga lantai tersebut tengah menjalani proses pembersihan menyeluruh agar segera dapat dioperasikan. Sterilisasi ruangan menjadi prioritas sebelum pemindahan alat kesehatan dilakukan.
Manager Lapangan CV.Acksono Reka Cipta Konsultan, Agus Budi, memastikan seluruh pekerjaan konstruksi fisik telah rampung.
“Secara fisik, proyek ini sudah selesai 100 persen. Lusa semuanya sudah steril sehingga alat-alat kesehatan bisa dipindahkan ke gedung,” ujar Agus Budi.
Agus Budi juga menjelaskan, selain konstruksi bangunan, seluruh instalasi pendukung juga telah terpasang dan berfungsi dengan baik.
Mulai dari instalasi listrik, lift, AC, alarm kebakaran, hingga hidran, semuanya sudah aktif.
Tak hanya itu, perlengkapan mobiler seperti meja dan kursi juga siap dipindahkan ke masing-masing ruangan poliklinik.
“Saat ini tinggal tahap penyempurnaan dan pembersihan agar ruangan steril dan bisa segera dioperasikan,” tambahnya.
Area Parkir dan Akses Jalan Sudah Bisa Digunakan
Untuk pekerjaan di luar bangunan, Agus Budi menyebutkan, semenisasi halaman, area parkir, serta jalan samping sepanjang 15 meter juga telah rampung dan sudah dapat dilalui.
Namun, ia menegaskan, beberapa item seperti gorden ruangan, meja resepsionis, dan perlengkapan non-struktural lainnya berada di luar kontrak CV.Acksono Reka Cipta.
Gedung Poli Operasional Awal 2026
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Gedung Poli Rawat Jalan RSUD Bintan, Abdul Kamal, memastikan proyek telah selesai sesuai target.
“Pengerjaan gedung sudah selesai 100 persen. Tinggal pemindahan alat kesehatan dari gedung poli lama ke gedung baru,” jelas Abdul Kamal.
Gedung senilai Rp35,4 miliar ini direncanakan mulai beroperasi pada awal 2026.
Nantinya, seluruh proses pendaftaran dan pelayanan rawat jalan akan difokuskan di gedung baru tersebut.
IGD Tetap di Gedung Lama
Abdul Kamal menambahkan, meski pelayanan rawat jalan dipusatkan di gedung baru, Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap berada di lokasi lama.
“IGD masih tetap di bawah, sedangkan pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan khusus rawat jalan akan dilakukan di gedung baru,” tutupnya.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi











