Polresta Tanjungpinang Belum Berhasil Ungkap Kasus Pengancaman dan Pencurian AC di RSUD Raja Ahmad Thabib

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi (Presmedia/Roland)
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi (Presmedia/Roland)

PRESMEDIA.ID– Hingga kini, Polresta Tanjungpinang belum berhasil mengungkap kasus pengancaman dan pencurian air conditioner (AC) di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib (RSUD RAT) Kota Tanjungpinang.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, menyampaikan, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait laporan kasus tersebut.

“Sementara ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi. Belum ada penetapan tersangka, dan sejauh ini sudah ada tiga orang saksi yang kami periksa,” ujar Hamam, Rabu (5/11/2025).

Hamam menjelaskan, dugaan pengancaman tersebut dilakukan melalui pesan singkat di media komunikasi, bukan secara langsung.

Hal ini membuat penyelidikan sedikit terkendala karena minimnya saksi yang melihat atau mendengar langsung ancaman itu.

Selain kasus pengancaman, Polisi juga belum berhasil mengungkap kasus pencurian AC dan sabotase pemutusan Kabel layanan di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau itu.

Menurut Hamam, Tim Jatanras Satreskrim Polresta Tanjungpinang hingga kini masih memburu pelaku pencurian.

“Masih dalam proses penyelidikan. Mohon bersabar, anggota kami masih berupaya mencari pelakunya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejumlah kasus pencurian di beberapa tempat kejadian perkara (TKP) sebelumnya memang sudah berhasil diungkap. Namun, untuk kasus pencurian AC di RSUD RAT, pihaknya masih terus mencari petunjuk dan bukti tambahan.

“Kendalanya, belum ada rekaman CCTV yang jelas. Satpam rumah sakit juga tidak mengetahui ada orang yang masuk pada saat kejadian,” tutup Hamam.

Sebelumnya, Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib bersama sejumlah pegawai telah resmi melaporkan tiga dugaan tindak pidana ke Polresta Tanjungpinang, yaitu pengancaman, pencurian AC, dan sabotase.

Namun hingga saat ini, kasus yang menjadi perhatian publik tersebut belum menunjukkan perkembangan signifikan dari pihak kepolisian.

Penulis :Roland
Editor  :Redaktur