
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri TS.Arif Fadillah kembali mengingatkan jajaran OPD di Kepri, agar mempercepatan pelaksanaan kegiatan dan penyerapan DIPA-APBD 2020 masing-masing OPD.
Pekerjaan yang telah berjalan, kata Arif agar dapat disegerakan mengingat waktu pelaksanaan kegiatan sudah memasuki ke triwulan ketiga. Pekerjaan yang telah di anggarkan, harus menampakan hasil dan terselesaikan pada tahun 2020.
Meski dalam kondisi saat ini serba keterbatasan, Tapi tidak boleh mengendurkan semangat dan konsen kita untuk bergerak dalam pembangunan,”ujarnya saat memimpin rapat rutin bersama OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri,Senin (20/7/2020) di kantor Gubernur Kepri, Dompak Tanjungpinang.
Kepada seluruh OPD, Arif juga menyinggung,pesan Presiden Jokowi, agar daerah mempercepatan serapan APBD-nya, untuk menggerakan Perekonomian.
“Terus pantau setiap pekerjaan, jangan lupa selalu berkonsultasi dan berkomunikasi. Tancap gas namun dengan tetap berpedoman dengan aturan yang berlaku,” lanjut Arif.
Arif juga menghimbau bagi OPD yang melaksanakan kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) agar dapat segera melaksanakanya. Karna menurunta dana DAK itu akan menjadi salah satu penopang kegiatan pembangunan.
“Kami juga berpesan semua Peranmgkat daerah, mengikuti setiap arahan dari pusat, jangan sampai terlambat, bahakan tidak terlaksana karna bisa memberatkan anggaran daerah dan bisa jadi tahun depan berkurang maka kita harus bisa laksanakan dan selesikan,”jelasnya.
Sementara itu, Plt.Kepala Barenlitbang Naharuddin melaporkan, APBD 2021, saat ini telah dilakukan finalisasi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) pada APBD 2021.
Namun sebelum Pergub ditandatangani, pihaknya akan kembali menjelsakan, arah dan tujuan pembiayaan RKPD-APBD 2021 itu, hingga sebelum RKPD itu di Pergub-kan dan diinput ke e-planning, rencana pembangunan lainnya dapat dilakukan penambahan karna masih sah jika belum di tandatangani.
“Jika sudah diinput ke e-planning, nanti tidak bisa lagi diubah sampai pada anggaran perubahan. Namun tetap kita sesuaikan jadwal pusat yang harus selesai akhir bulan Juli ini,”kata Nahar.
Selain itu, Nahar juga menjelaskan terkait penyusunan Renja setelah RKPD, pagu indikator akan segera di sampaikan karna penyusunannya sesuai dengan kemampuan anggaran.
“Target kita tidak ingin terlambat, sehingga minggu kedua bulan Agustrus nanti draf KUA-PPAS sudah bisa di ajukan,”lanjutnya.
Kemudian, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Misbardi melaporkan, paket tender yang tertera dalam aplikasi SIRUP sebanyak 202 paket.
Fari jumlah itu, Sebanyak 114 paket telah di ajukan dan 88 paket masih di OPD. Sebanyak 69 paket kegiatan APBD itu sudah selesai, 15 paket sedang tayang dan 15 paket belum tayang (masih ada dokumen yang belum lengkap).
“Kami himbau agar perangkat daerah segera mempersiapkan prosesnya dan melaporkan ke kami agar segera di proses mengingat waktu yang sudah masuk ke triwulan ketiga,” kata Misbardi.
Penulis:Redaksi












