SPPG Dihentikan, Pemprov Kepri Selidiki Dugaan Keracunan MBG 155 Siswa di Anambas

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri Rika Azmi (Roland/ Presmedia)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri Rika Azmi (Roland/ Presmedia)

PRESMEDIA.ID– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dan Satgas MBG, melakukan investigasi dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Insiden ini menjadi perhatian serius karena jumlah korban mencapai 155 orang, termasuk anak-anak, orang tua, hingga lansia yang ikut mengonsumsi makanan tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Air Asuk—yang menjadi penyedia MBG—resmi dihentikan sementara operasionalnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, menyampaikan bahwa penghentian ini dilakukan sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Menurut Rika, pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk diteliti di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam.

Hasil uji laboratorium ini nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti keracunan.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan investigasi untuk mengetahui penyebabnya,” ujar Rika, Senin (20/4/2026).

Parahnya, korban dalam kejadian ini tidak hanya siswa, tetapi juga sejumlah orang tua dan nenek dari siswa ikut terdampak.

Hal ini terjadi karena makanan MBG sempat dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi di rumah, mengingat saat itu bertepatan dengan hari libur.

Seluruh Korban Telah Ditangani Medis

Saat ini, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Palmatak. Kondisi mereka terus dipantau oleh tim kesehatan setempat.

Pemerintah memastikan bahwa penanganan dilakukan secara maksimal untuk mencegah dampak yang lebih serius.

Peristiwa ini bermula pada Rabu, 15 April 2026, ketika 155 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas mengonsumsi menu MBG yang disiapkan oleh SPPG Air Asuk.

Tak lama setelah itu, para siswa mulai mengalami gejala keracunan yang kemudian meluas hingga ke anggota keluarga di rumah.

Pemprov Kepri menegaskan, bahwa hasil investigasi akan diumumkan secara terbuka setelah proses penelitian selesai.

Sementara itu, operasional SPPG Air Asuk tetap dihentikan sebagai langkah pencegahan.

Penulis:Roland
Editor :Redaktur

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com