
PRESMEDIA.ID– Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad menerima penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) atas kontribusinya dalam mendukung pendidikan kepamongprajaan dan pengembangan wawasan kepemimpinan bagi para praja.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, dalam upacara penganugerahan Kartika Pamong Praja Madya sekaligus penyematan gelar Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan.
Pada kesempatan yang sama, IPDN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga menandatangani Nota Kesepakatan tentang Sinergi Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat kolaborasi kedua pihak dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Ansar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IPDN atas penghargaan yang diberikan. Ia menilai IPDN memiliki peran strategis dalam mencetak calon pemimpin dan aparatur pemerintahan yang berintegritas, berdedikasi, serta mampu menjalankan tugas pelayanan publik secara profesional.
“Terima kasih atas penganugerahan Kartika Pamong Praja Madya dan penyematan Alumni Kehormatan IPDN ini. Kami berharap hubungan yang terjalin dapat semakin memperkuat sinergi antara IPDN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kepri siap menjadi rumah pengabdian bagi para abdi praja melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Ansar.
Ansar juga memaparkan potensi dan perkembangan pembangunan Provinsi Kepulauan Riau, termasuk berbagai capaian dan penghargaan yang diraih pemerintah daerah.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan, termasuk kontribusi alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), dan IPDN yang bertugas di lingkungan Pemprov Kepri.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak terlepas dari kolaborasi seluruh aparatur pemerintahan, baik yang berlatar belakang pendidikan kepamongprajaan maupun pendidikan lainnya.
Kebersamaan, dedikasi, kinerja, dan loyalitas menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan Kepri sebagai wilayah yang berada di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan kebersamaan, dedikasi, dan loyalitas seluruh aparatur untuk terus memberikan kinerja terbaik. Bersama IPDN dan seluruh jajaran pemerintah daerah, kita juga dapat mengambil peran sebagai pelopor dalam mendukung berbagai target pembangunan nasional, termasuk Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor IPDN Halilul Khairi menjelaskan bahwa penganugerahan tersebut didasarkan pada dua pertimbangan utama.
Pertama, capaian pembangunan Provinsi Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Ansar Ahmad, termasuk berbagai penghargaan yang diraih serta perkembangan indikator pembangunan ekonomi dan sosial.
Kedua, adanya keterkaitan historis antara wilayah Riau dan perjalanan lahirnya institusi pendidikan kepamongprajaan yang kini dikenal sebagai IPDN.
Menurut Halilul, capaian pembangunan Kepri dan hubungan historis tersebut menjadi bagian penting dalam pertimbangan pemberian penghargaan kepada Gubernur Ansar.
Ia berharap dukungan Pemprov Kepri terhadap para purna praja IPDN dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan agar para alumni memiliki kesempatan lebih luas untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Melalui penganugerahan penghargaan dan penandatanganan nota kesepakatan tersebut, Pemprov Kepri dan IPDN diharapkan semakin memperkuat kemitraan dalam pengembangan kapasitas aparatur, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Penulis:Presmedia
Editor :Redaksi
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












