SPPG MBG di Tanjungpinang Ditutup karena Diduga Tidak Penuhi Standar Mutu Pangan dan Sarana

Sebuah SPPG-MBG di Jalan Mekar Sari Tanjungpinang Timur ditutup sementara karena diduga tidak memenuhi standar mutu (Roland/presmedia.id)
Sebuah SPPG-MBG di Jalan Mekar Sari Tanjungpinang Timur ditutup sementara karena diduga tidak memenuhi standar mutu (Roland/presmedia.id)

PRESMEDIA.ID– Sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Pinang Kencana, Kota Tanjungpinang, ditutup sementara.

Penutupan ini dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) karena dapur produksi SPPG tersebut diduga tidak memenuhi standar mutu serta kelayakan konsumsi yang telah ditetapkan.

Keputusan penghentian operasional ini dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah tegas untuk menjaga keamanan pangan dalam program MBG.

Diduga Tak Penuhi Standar Mutu dan Sarana Memadai

Koordinator SPPG wilayah Tanjungpinang, Retno, membenarkan adanya penutupan tersebut.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengawasan sementara, dapur SPPG di kawasan Pinang Kencana, Tanjungpinang Timur itu, diduga memproduksi menu MBG yang belum memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi.

Selain itu, fasilitas sarana dan prasarana juga dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN.

“Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan pangan. Jika sarana dan prasarana tidak memenuhi standar, tentu akan diberikan tindakan tegas,” ujar Retno, Rabu (4/3/2026).

Meski demikian, Retno memastikan, hingga saat ini belum ditemukan adanya penerima manfaat program MBG yang mengalami keracunan makanan akibat konsumsi produk dari SPPG tersebut.

Penutupan ini katanya, murni hasil evaluasi dan kewenangan penuh BGN sebagai pengawas program.

Ia juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG di Tanjungpinang agar selalu memperhatikan standar keamanan pangan dan kelayakan konsumsi makanan yang diproduksi.

Secara terpisah, Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Pinang Kencana, Sukijo, mengaku telah menerima informasi terkait penghentian operasional tersebut sejak beberapa pekan lalu.

Namun, ia menyebut warga sekitar tidak pernah dilibatkan atau diberi informasi secara rinci sejak awal pendirian dapur SPPG tersebut.

“Saat ini informasinya memang sudah tutup sementara,” ujarnya singkat.

Orang Tua di Tanjungpinang Keluhkan Menu MBG

Penutupan sementara salah satu SPPG MBG di Tanjungpinang ini, baru hanya satu dari sejumlah komplein dan sorotan masyarakat atas menu dan standar makan yang diadakan SPPG.

Sejumlah orang tua siswa SD dan SMP di Tanjungpinang, sebelumnya mengeluhkan menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anak-anak mereka selama bulan Ramadhan yang seperti jajanan cemilan.

Menu yang dibagikan, terdiri dari empat item, yakni roti bungkus, telur, buah apel, dan susu kotak.

Para orang tua menilai menu tersebut lebih menyerupai camilan dibandingkan makanan bergizi lengkap sebagaimana yang Program yang disampaikan Presiden Prabowo Subyanto ini.

“Harusnya mitra pengelola (SPPG) memberikan menu yang lebih bergizi, sehingga MBG nya ini, tidak hanya seperti cemilan atau jajanan anak-anak,” ujar orang tua di Tanjungpinang.

Penulis:Roland
Editor :Redaktur