
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang – Harga sejumlah Bahan Pokok di kota Tanjungpinang dan Bintan menjelang Natal dan Tahun Baru terus melonjak. Akibatnya, warga dan pedagang makanan menjerit.
Pemerintah melalui Dinas Perdagangan dan Badan Urusan Logistik (Bulog) cabang kota Tanjungpinang juga tidak dapat mengintervensi harga barang di pasar, akibat tidak memiliki stok barang.
Kepala Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, Riki Maskudri, mengatakan hingga saat ini, Bulog Cabang kota Tanjungpinang hanya memiliki stok beras jenis Medium sebanyak 3.300 ton yang tersimpan di Gudang Bulog Tanjungpinang Bintan, Lingga, Anambas dan Natuna.
Sedangkan stock Minyak Goreng, Gula dan Tepung Terigu sejak Juli 2021 lalu telah habis. Sementara daging Kerbau beku hanya ada sebanyak 7 ton.
“Penugasan kita di Bulog khusus untuk Beras, yang saat ini masih tersedia 3.300 Ton jenis Medium. Sedangkan yang jenis Premium juga kosong,” ujarnya pada wartawan saat ditemui di Kantor Bulog Cabang kota Tanjungpinang, Kamis (23/12/2021).
Dari 3.300 ton beras Medium stok Bulog lanjut Riki, di Tanjungpinang dan Bintan saat ini tersedia 2.400 ton, Lingga 350 ton, Anambas 151 ton dan Cabang pembantu Bulog di Natuna 500 ton.
“Dengan jumlah stock beras Medium ini, kami menjamin 6 bulan kedepan ketersediaan pangan (beras) di kota Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Anambas dan Natuna masih mencukupi,” ujarnya.
Selain penyediaan stok, Bulog Tanjungpinang kata Riki, juga menyuplai/menjual beras Medium ke 4 distributor dan 105 agen beras di kota Tanjungpinang, Bintan, Lingga Natuna dan Anambas.
“Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Beras Medium Rp9.500 per kilo gramnya. Sedangkan Beras premium HET tertinginya Rp13.300 per kilogram, Tapi untuk saat ini yang beras premium sedang kosong,” jelasnya.
Sedangkan untuk Minyak Goreng kata Riki lagi, memang tidak tersedia akibat fluktuatif harga yang saat ini juga mahal. Penugasan untuk melakukan pembeliaan dan penjualan Minyak Goreng, Tepung dan gula dari Bulog pusat, juga dikatakan memang tidak ada. Karena harganya juga lebih tinggi dan pengiriman dari Jakarta dan Lampung membutuhkan ongkos produksi yang mahal.
Sebelumnya, akibat harga sejumlah bahan pokok di kota Tanjungpinang dan Bintan melonjak Warga dan pedagang makanan menjerit.
Selain harga sayur dan cabai, lonjak harga yang paling dirasakan masyarakat adalah minyak goreng. Minyak goreng merk Fortune yang sebelumnya Rp 13 ribu saat ini naik menjadi Rp 20 ribu per liter.
Sedangkan harga daging Ayam saat ini dibanderol Rp 38 ribu, Daging sapi beku Rp85 ribu dan ikan karang Rp 28 ribu. Sementara itu telur ayam satu papannya Rp17 ribu dan Gula pasir Rp 14 ribu.
Atas kenaikan sejumlah bahan pokok ini, Ratna warga Tanjungpinang mengaku mengalami kerugian dari dagangan nasi yang dijualnya sebab belum menaikan harga per porsi.
“Tidak mungkin harga makanan kita naikan, nanti masyarakat pembeli pada komplain,†pungkasnya.
Pedagang makanan di jalan Ahmad Yani Ratna Juwita juga mengeluhkan tingginya lonjakan harga bahan sembako saat ini. Ia mengatakan, sejak memasuki bulan Desember 2021 atau menjelang Natal dan Tahun Baru harga kebutuhan pokok semuanya meningkat.
Sejumlah kebutuhan sembako yang harganya meningkat itu kata Ratna adalah cabai rawit dari harga Rp 44 ribu sebelumnya naik menjadi Rp 60 ribu. Sementara cabe merah turun yang sebelumnya Rp62 ribu sekarang Rp 48 ribu per kilogramnya.
Selain harga cabe lanjut Ratna, harga bahan sayur juga mengalami kenaikan hingga 300 persen lebih. Sayur Kangkung yang sebelumnya per kilonya Rp 4 ribu, saat ini naik menjadi Rp 14 ribu, Sawi hijau dari Rp 6 ribu saat ini menjadi Rp16 ribu.
“Timun dari Rp5 ribu naik menjadi Rp 8 ribu, kacang panjang dari Rp 5 ribu naik menjadi Rp 10 ribu,†ujarnya.
Penulis:Redaksi
Editor :Redaksi
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com











