
PRESMEDIA.ID,Bintan-Pulau terluar kecamatan Tambelan kabupaten Bintan kembali dilanda bencana. Pasca banjir dan tanah longsor, Tambelan kembali diterpa angin kencang, dua unit rumah warga porak-poranda dan rusak. Beruntung dalam musibah ini, tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka.
Camat Tambelan, Sofyan Nasution mengatakan, cuaca buruk angin kencang disertai gelombang tinggi melanda Tambelan pasca banjir dan tanah longsor yang merusak sedikitnya 2 rumah warga di Kelurahan Teluk Sekuni.
�Dua rumah warga rusak, tapi tak parah hanya bagian atapnya saja. Kerugian materil juga tak besar dan dalam musibah ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,�ujar Sofyan, Senin (9/12/2019).
Dua rumah warga yang rusak, kata Sofyan, adalah rumah Pak Johan di bagian atap karena tertimpa pohon Mangga yang tumbang akibat dihantam angin kencang. Lalu rumah satu warga lagi hanya rusak pada atap bagian dapurnya. Dua keping atapnya dibawa angin kencang sehingga bolong.
�Saat ini, evakuasi dan pendataan juga masih terus kami lakukan guna dilaporkan ke Pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Sebelumnya, Kecamatan Tambelan dilanda Banjir dan tanah longsor ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bintan sebagai derah tanggap Darurat.
Unsur pimpinan kecamatan Ramil dan Polsek bersama masyarakat bergotong royong membantu korban banjir dan tanah longsor.
Sofyan juga mengatakan, terkait penanggulangan bencana alam ini sudah dibahas serius di tingkat Pemkab Bintan. Berbagai instansi terkait juga akan segera mengambil langkah untuk menanggulangi bencana tersebut.
�Semalam saya dan Pak Kapolsek Tambelan, Ipda Missyamsu Alson bersama kepala dinas (kadis) dari berbagai instansi menggelar rapat koordinasi untuk menanggulangi bencana ini,� ujar Sofyan, kemarin.
Dari hasil rapat itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) akan segera mengirimkan berbagai bantuan yang dibutuhkan korban bencana alam di Tambelan.
�Dalam waktu dekat akan dilakukan pengiriman bantuan ke Tambelan. Tapi keberangkatannya menunggu jadwal kapal dan cuaca yang baik,�ucapnya
Danramil 07 Tambelan, Kapten Tomson Raja Guk Guk juga mengatakan, semua unsur muspida turun tangan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam. Mulai dari TNI-Polri, Satpol PP serta pegawai kantor kecamatan dan masyarakat.
�Kegiatan ini dimulai Jam 08.30 WIB tadi. Mulai dari membersihkan lumpur sampai mengangkat dan memindahkan puing-puing bangunan yang rusak,�ujarnya.
Pada pelaksanaan gotong royong ada empat lokasi yang menjadi sasaran dalam aksi peduli korban bencana alam itu, untuk membersihkan lumpur dan tanah longsor yang menimpa rumah warga di RT 005/RW 002 Desa Kampung Hilir.
Selain itu, warga dan TNI/Polri bersama pihak kecamatan juga bahu membahu membantu Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 005 Tambelan untuk membersihkan puing-puing pagar yang rusak akibat banjir bandang. Lalu, menyambangi rumah salah stau korban banjir yaitu Bapak TAI di Desa Kampung Hilir.
�Bapak Tai ini korban bencana alam. Dapur rumahnya roboh dan terbawa arus banjir maka kita bantu beliau. Selain itu kita juga menghimbau kepada beliau untuk tetap waspada karena hujan belum reda, dan untuk dapat bersabar, dalam waktu dekat akan ada bantuan dari Desa Kampung Hilir,� jelasnya.
Berikutnya membantu pelajar SMA Negeri 1 Tambelan melewati timbunan tanah longsor yang menutupi jalan menuju sekolah dan rumah. Apalagi hujan terus melanda meskipun intensitasnya sedang.
�Kami juga tak henti-hentinya memberikan himbauan kepada nelayan agar tidak beraktivitas melaut dulu, dikarenakan cuaca angin utara yang ekstrim ini,� katanya.
Penulis:Hasura













