
PRESMEDIA.ID– Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang mengenalkan proses peradilan kepada pelajar melalui program wisata edukasi. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran hukum sejak dini sekaligus membentuk karakter generasi muda agar memahami pentingnya menaati aturan.
Puluhan murid sekolah dasar (SD) terlihat berbaris memasuki lingkungan PN Tanjungpinang untuk mengikuti kegiatan edukasi tersebut, Jumat (23/10/2026).
Ketua PN Tanjungpinang, Ali Sobirin, mengatakan program wisata edukasi itu menjadi sarana bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat lingkungan pengadilan, sistem peradilan, serta proses penegakan hukum di Indonesia.
“Setiap Jumat puluhan murid SD datang ke PN Tanjungpinang untuk mengikuti wisata edukasi. Sedangkan murid SMP, SMA, hingga mahasiswa pada hari Senin dan Kamis,” kata Ali Sobirin.
PN Tanjungpinang Kenalkan Proses Peradilan ke Pelajar
Ali menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, dapat memahami proses peradilan sejak dini.
Dalam kunjungan itu, para pelajar diperkenalkan dengan sejumlah fasilitas dan tahapan pelayanan di pengadilan, mulai dari pelayanan terpadu satu pintu hingga ruang sidang anak dan proses peradilan anak.
Menurutnya, pemahaman mengenai hukum sejak usia dini penting untuk membangun kesadaran, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita perkenalkan sejak dini. Dari pelayanan satu pintu, ruang sidang anak, hingga proses peradilan anak. Semua kita sampaikan,” ujarnya.
Edukasi Hukum untuk Cegah Perundungan
Selain memperkenalkan sistem peradilan, PN Tanjungpinang juga ingin membangun karakter anak agar terhindar dari perilaku yang melanggar hukum.
Ali menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang masih terjadi di lingkungan sosial. Karena itu, edukasi hukum diharapkan dapat membantu anak-anak memahami konsekuensi dari tindakan yang merugikan orang lain, sekaligus mendorong mereka bersikap lebih bijak dalam berinteraksi, termasuk saat menggunakan media sosial.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki moral baik, menghormati sesama, serta memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
“Agar terhindar dari hukum dan menjadi penerus bangsa. Ke depannya, generasi ini dapat mengisi kursi para pemimpin pada masa mendatang,” jelasnya.
Ali menambahkan, program wisata edukasi tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan. Selain memberikan pengetahuan hukum, kegiatan ini juga bertujuan mengubah persepsi masyarakat yang selama ini menganggap pengadilan sebagai tempat yang menakutkan.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu ragu untuk datang ke pengadilan ketika membutuhkan layanan atau mencari keadilan sesuai dengan ketentuan hukum.
“Masyarakat tidak perlu takut datang ke pengadilan. Karena pengadilan tempat mendapatkan hak dan memperoleh keadilan,” tutupnya.
Melalui wisata edukasi ini, PN Tanjungpinang berharap pemahaman hukum dapat tumbuh sejak usia sekolah, sehingga generasi muda semakin sadar akan pentingnya menaati aturan, menghormati hak orang lain, dan turut menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat.
Penulis: Roland
Editor : Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












