Anda Perlu Tahu, Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau Mana Lebih Berbahaya? 

Ilustrasi. Rokok elektrik dan rokok tembakau. (Foto: halodoc)
Ilustrasi. Rokok elektrik dan rokok tembakau. (Foto: halodoc)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Rokok elektrik atau dikenal dengan vape dan rokok tembakau diketahui memiliki kandungan yang sama, yakni nikotin. Keduanya masih menjadi primadona, terlebih di kalangan usia dewasa muda. Namun, hingga kini pro dan kontra hal ini masih saja diperdebatkan.

Kendati demikian, vape dianggap lebih aman karena tidak memiliki kandungan tembakau. Namun, belum ada studi yang membuktikan bahwa rokok elektrik ini tidak berisiko dibandingkan rokok tembakau.

Vape sendiri merupakan alat yang dinyalakan dengan menggunakan baterai dan sangat mirip dengan rokok tembakau. Namun, tidak seperti rokok yang terbuat dari daun-daun tembakau yang dibungkus, vape terdiri dari tabung yang berisi cairan nikotin, perasa buah, dan bahan kimia lainnya.

Cara Kerja Vape dan Kandungan di Dalamnya

Vape bekerja dengan cara memanaskan cairan nikotin, lalu mengubahnya menjadi uap. Selain pada bentuknya, perbedaan mendasar dari kedua jenis rokok ini adalah kandungan tembakau.

Vape tidak memiliki kandungan tembakau seperti rokok tradisional. Namun, hal itu tidak menjadi tolok ukur bahwa vape lebih aman dibandingkan dengan rokok. Pasalnya, bukan hanya kandungan tembakau yang bisa meningkatkan risiko terinfeksi penyakit serius, penggunaan vape dalam jangka panjang juga disebut bisa meningkatkan risiko yang sama.

Maka dari itu, penggunaan vape pun sebaiknya mewaspadai, terutama pada remaja dan orang yang rentan terserang penyakit. Meski tidak mengandung tembakau, beragam kandungan lain yang ditemukan dalam isian vape nyatanya juga bisa memicu penyakit.

Guna mengetahui apakah rokok elektrik aman digunakan, cari tahu dulu bahan-bahan yang terkandung dalam cairan isi rokok elektrik berikut ini:

  1. Nikotin

Rokok elektrik juga mengandung nikotin di dalamnya yang dapat menyebabkan kecanduan. Jika kebiasaan mengisap rokok elektrik dihentikan, maka penggunanya bisa mengalami depresi atau uring-uringan. Selain itu, nikotin juga tidak baik bagi kesehatan paru-paru karena dapat menyebabkan kerusakan paru-paru permanen, dan meningkatkan risiko terkena kanker paru-paru.

  1. Propilen Glikol

Zat lain yang terkandung dalam rokok elektrik adalah propilen glikol. Sebenarnya, zat ini tidak berbahaya untuk dikonsumsi karena memang banyak ditemukan dalam berbagai jenis makanan, seperti popcorn, es krim, salad, dan lain-lain. Namun, uap dari zat tersebut dapat membuat mata iritasi dan berbahaya jika dikonsumsi oleh pengidap asma, karena dapat membuat penyakit asma semakin sering kambuh.

  1. Gliserin

Gliserin berbentuk cairan kental yang tidak berbau, tidak berwarna, dan rasanya manis. Meskipun aman dikonsumsi, belum ada penelitian lebih lanjut tentang dampak yang muncul jika dihirup secara berlebihan.

Jangan ragu untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan jika kamu mengalami gejala yang berkaitan dengan paru-paru setelah menggunakan vape. Pemeriksaan bisa dilakukan di rumah sakit terdekat agar penanganan bisa dilakukan dengan lebih dini.

  1. Perisa

Rokok elektrik memiliki berbagai rasa yang akan membuat harum uap yang dihembuskan. Namun, dibalik rasa enak dan unik yang dihasilkan, terkandung satu zat yang berbahaya, yaitu diasetil. Jika zat diasetil dihirup, maka bisa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Zat-Zat Kimia Lain yang Bisa Berbahaya

Selain zat di atas, kandungan lain pada vape, seperti formalin, asetaldehida, akrolein, timah, timbal, dan merkuri, ternyata dapat membentuk aerosol yang berbahaya bagi kesehatan jika dipanaskan.

Nah, rokok tembakau maupun vape sebenarnya sama-sama tidak dianjurkan. Jadi, kamu sebaiknya tidak menggunakannya, meski terlihat lebih ramah untuk tubuh.

Baca Juga :

Sumber: Halodoc
Editor   : Redaktur