Bahlil Lahadalia Usulkan Pembangunan Industri LPG di Dalam Negeri untuk Kurangi Ketergantungan Impor

Bahlil Lahadalia Usulkan Pembangunan Industri LPG di Dalam Negeri untuk Kurangi Ketergantungan Impor
Tabung Gas LPG. (Foto: Doc-Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengusulkan pembangunan industri Liquefied Petroleum Gas (LPG) di dalam negeri sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor dan menjaga keseimbangan ekonomi.

“Pemerintah berencana membangun industri LPG di dalam negeri dengan memanfaatkan potensi C3 (propane) dan C4 (butane). Ini penting untuk mengurangi impor kita,” kata Bahlil seperti dilansir dari laman Kementerian ESDM, Kamis (12/9/2024).

Pembangunan industri LPG ini dianggap penting untuk mengurangi defisit neraca perdagangan, di mana Indonesia setiap tahun menghabiskan sekitar Rp450 triliun untuk impor minyak dan gas, termasuk LPG.

“Dampaknya sangat besar terhadap neraca perdagangan dan pembayaran negara. Oleh karena itu, pembangunan industri LPG di dalam negeri adalah solusi yang tepat,” tambah Bahlil.

Selain itu, Bahlil juga menekankan pentingnya pengembangan jaringan gas rumah tangga sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Pengembangan jaringan gas ini memungkinkan kita untuk mendistribusikan gas secara efisien, misalnya dari Jawa ke Aceh atau dari Sumatera ke Pulau Jawa,” jelasnya.

Untuk mendorong investasi di sektor hulu migas, pemerintah saat ini sedang merumuskan langkah-langkah komprehensif, termasuk penyederhanaan regulasi perizinan yang dianggap terlalu banyak.

“Ada sekitar 300 izin yang harus dipangkas untuk memudahkan proses investasi,” kata Bahlil.

Tak hanya itu, Bahlil juga menekankan pentingnya memberikan insentif menarik bagi investor di sektor hulu minyak dan gas agar investasi dapat meningkat.

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com