Distribusi MinyaKita di Kepri Kembali Normal, Pasokan Bertambah 320,5 Ton

Pekerja bongkar muat MinyaKita di Gudang salah satu distributor Kota Tanjungpinang (Roland/Presmedia.id).
Pekerja bongkar muat MinyaKita di Gudang salah satu distributor Kota Tanjungpinang (Roland/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan distribusi minyak goreng bersubsidi MinyaKita kembali berjalan normal setelah sempat mengalami kelangkaan di Kota Tanjungpinang. Sebanyak 320,5 ton pasokan tambahan kini mulai didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Pengawas Perdagangan Ahli Madya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Andri Kurniawan, mengapresiasi peran distributor, salah satunya CV Bintang Perkasa Tanjungpinang, yang dinilai berkontribusi menjaga ketersediaan minyak goreng bersubsidi di wilayah Kepri.

Menurut Andri, keberadaan MinyaKita tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Minyak goreng ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi perekonomian yang masih belum menentu,” ujar Andri, Senin (13/7/2026).

Pemerintah Awasi Harga MinyaKita Sesuai HET

Pemprov Kepri menegaskan akan terus melakukan pengawasan di lapangan agar harga jual MinyaKita tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter, sebagaimana tercantum pada kemasan.

Berdasarkan data Disperindag, kebutuhan minyak goreng di Provinsi Kepulauan Riau mencapai sekitar 2.000 ton per tahun untuk seluruh jenis minyak goreng.

“Kami akan terus melakukan pengawasan agar harga eceran tertinggi MinyaKita tetap sesuai ketentuan, yaitu Rp15.700 per liter,” tegas Andri.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Distributor Barang Pokok (ADIBAPOK) Kota Tanjungpinang, M. Sadmi Al-Qayyum, menjelaskan bahwa kelangkaan MinyaKita yang sempat terjadi beberapa waktu lalu disebabkan oleh kendala transportasi.

Namun, setelah dilakukan koordinasi antara pemerintah daerah dan para distributor serta adanya penambahan armada pengangkut, distribusi kini kembali lancar.

“Setelah koordinasi beberapa minggu lalu, kondisi transportasi mulai kondusif. Hari ini sebanyak 249 ton MinyaKita berhasil masuk ke Kepri,” katanya.

Pasokan Didistribusikan ke Sejumlah Daerah

Dari total pasokan yang masuk, sekitar, 72 ton dialokasikan untuk Kabupaten Karimun, 81 ton untuk Kota Tanjungpinang dan 96 ton untuk wilayah lainnya di Kepulauan Riau.

Selain itu, ADIBAPOK dijadwalkan kembali menerima tambahan pasokan sebanyak 71,5 ton pada 15 Juli 2026 sebagai langkah antisipasi agar stok tetap tersedia dan tidak kembali mengalami kekosongan.

Sadmi menambahkan, mekanisme penyaluran MinyaKita kini diperketat. Minyak goreng bersubsidi tersebut hanya dapat dijual oleh pedagang yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memenuhi persyaratan sebagai pengecer resmi.

Setiap pedagang juga dibatasi menerima sekitar 50 hingga 75 dus per minggu agar distribusi lebih merata. Untuk menjaga ketersediaan stok, frekuensi pengiriman juga akan ditingkatkan dari dua kali menjadi tiga kali setiap bulan.

“Targetnya, setiap minggu ada pasokan masuk dengan jumlah sekitar 12 ribu hingga 15 ribu dus sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkas Sadmi.

Penulis:Roland
Editor :Redaktur

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com