
PRESMEDIA.ID– Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan, realisasi investasi penanaman modal triwulan pertama (TW I) 2026 provinsi Kepri mencapai Rp23,80 triliun.
Capaian ini, menjadi modal positif bagi Kepri untuk mencapai bahkan melampaui target investasi Nasional serta Investasi yang targetkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat pada 2026.
Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfrizal Handra, mengatakan, hingga saat ini tren investasi di Kepri terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan dari tahun ke tahun.
Investasi Kepri Tahun 2025 Lampaui Target Daerah dan Nasional
Pada tahun 2025 kata Hasfarizal, realisasi investasi Kepri mencapai Rp64,67 triliun. Angka ini berhasil melampaui target investasi yang ditetapkan dalam RPJMD Provinsi Kepri sebesar Rp47,70 triliun, serta melebihi target nasional yang ditetapkan sebesar Rp57,89 triliun.
“Capaian investasi Provinsi Kepri pada tahun 2025 berhasil melampaui target daerah maupun target nasional dengan realisasi mencapai Rp64,67 triliun,” ujar Hasfrizal, Kamis (18/6/2026).
Target Investasi 2026 Diproyeksikan Tercapai
Untuk tahun 2026, DPMPTS juga mengaku optimis, target investasi yang ditetapkan dalam RPJMD Kepri sebesar Rp48,20 triliun kan tercapai sementara target nasional mencapai Rp85,62 triliun tahun 2026.
Dengan capaian Rp23,80 triliun pada triwulan pertama, DPMPTSP Kepri optimistis target tersebut dapat tercapai sebelum akhir tahun.
Menurut Hasfrizal, apabila realisasi investasi pada setiap triwulan mampu dipertahankan di kisaran Rp23 triliun hingga Rp24 triliun, maka total investasi yang masuk ke Kepri sepanjang tahun 2026 berpotensi mencapai lebih dari Rp92 triliun.
“Insyaallah target investasi tahun 2026, baik target daerah maupun target nasional akan dapat tercapai bahkan terlampaui,” katanya.
Ia menambahkan, secara umum realisasi investasi pada triwulan kedua hingga triwulan keempat biasanya lebih tinggi dibandingkan triwulan pertama.
Lima Negara Penyumbang Investasi Terbesar di Kepri
DPMPTSP Kepri juga mencatat, terdapat lima negara yang menjadi penyumbang investasi terbesar di Kepulauan Riau sepanjang tahun 2025.
Kelima negara tersebut adalah, Singapura, Hong Kong, Malaysia, Taiwan dan
Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Sementara itu, tiga daerah kabupaten dan kota di Kepri dengan kontribusi investasi terbesar masih didominasi oleh, kota Batam, Bintan, Karimun.
Untuk sektor usaha, investasi terbesar yang masuk ke Kepulauan Riau masih berasal dari industri dasar logam, barang logam bukan mesin, dan peralatan lainnya.
Sektor ini lajutnya, didominasi oleh investor dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok, serta Jepang.
Keberadaan kawasan industri dan letak geografis Kepri yang strategis lanjutnya, menjadi nilai tambah dan daya tarik utama bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Provinsi Kepri.
Ia juga menegaskan, DPMTS akan terus meningkatkan pelayanan dan menyederhanakan proses birokrasi guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di Kepulauan Riau.
Karena kata dia, kemudahan perizinan dan kepastian layanan menjadi faktor penting dalam menarik minat investor untuk mengembangkan usaha di Kepri.
“Kami berharap kemudahan birokrasi dan pelayanan perizinan investasi dapat semakin mendorong investor menanamkan modal dan mengembangkan usahanya di Kepulauan Riau,” pungkasnya.
Penulis :Roland
Editor :Redaktur













