Gubernur Ansar Optimistis Kepri Mampu Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Gubernur Kepri H Ansar Ahmad beserta Fokompimda Kepri hadiri Rapat Pengarahan Presiden Jokowi kepada Kepala Daerah melalui video conference dari Gedung Daerah
Gubernur Kepri H Ansar Ahmad beserta Fokompimda Kepri hadiri Rapat Pengarahan Presiden Jokowi kepada Kepala Daerah melalui video conference dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (17/5). (Foto: Istimewa/Humpro Hub Setdaprov Kepri).

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad mengaku optimistis bahwa Provinsi Kepulauan Riau mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak ke angka di atas tujuh persen.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Ansar seusai mengikuti Rapat Pengarahan Presiden Jokowi kepada Kepala Daerah melalui video conference dari Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (17/5).

‘Intinya kita menyambut baik target yang diberikan oleh Bapak Presiden Jokowi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan tumbuh di atas angka tujuh persen pada kuartal kedua tahun 2021,” kata Gubernur Ansar.

Dikatakannya, pada kuartal I 2021, perekonomian RI masih minus 0,74 persen sehingga belum beranjak dari jurang resesi ekonomi yang terjadi sejak pertengahan tahun lalu.

“Kita harus optimis dan bekerja keras agar Kepulauan Riau dapat membantu menaikkan ekonomi Indonesia tumbuh di atas tujuh persen seperti disampaikan oleh Bapak Presiden tadi,” ucap Gubernur Ansar.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi pada rapat itu menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional merupakan agregat akumulasi dari pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu Presiden Jokowi mengajak kepada seluruh kepala daerah untuk bekerja sama mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Adapun saat ini ekonomi Kepulauan Riau masih terkontraksi minus di angka 1,19 persen di triwulan I tahun 2021.

Dalam masa pandemi Covid-19 seperti ini, Presiden Jokowi menganalogikan pertumbuhan ekonomi seperti membawa kendaraan. Yaitu harus mengerti kapan harus mengegas perputaran ekonomi dan kapan harus mengerem perputaran ekonomi.

“Kepala Daerah harus bisa menyeimbangkan hal ini, memulihkan perekonomian sambil sekaligus menekan angka penyebaran virus Covid-19. Daerah yang memiliki Forkompinda yang kompak seharusnya bisa mencapai hal tersebut,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun memberikan penekanan kepada beberapa Provinsi yang mengalami peningkatan angka positif Covid-19 beberapa bulan belakangan. Yang salah satunya adalah Provinsi Kepri.

Gubernur Ansar menanggapi bahwa lonjakan kasus di Kepri salah satunya disebabkan oleh kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia.

“Kedatangan PMI yang membawa kasus-kasus positif ini terus kita antisipasi dengan pembentukan satgassus untuk kepulangan PMI. Kita juga menambah tempat karantina untuk menampung mereka,” demikian Gubernur Ansar.

Pada rapat tersebut, juga dihadiri Wakil Gubernur Hj Marlin Agustina, Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Ing Ariawan, Sekretaris Daerah H. T.S. Arif Fadillah, Kapolda Kepri Irjen Pol Aris Setiawan dan Kajati Kepri Heri Setiyono.

Selain itu, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, Danlantamal IV Laksamana Pertama Indarto Budiarto, Kabinda Kepri Brigjen Pol. Riza Celvian Gumay, Kepala Kantor Kamla Maritim Barat Laksamana Pertama Hadi Pranoto, dan Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko juga hadir dalam rapat tersebut.

Penulis: Redaksi
Editor: Ogawa