Habiskan dana Rp5 M, Pabrik Es di Desa Berakit Diserahkan Pemprov Kepri ke Bintan Saat Masa Covid-19

Pabrik Es yang dibangun Pemprov Kepri sebesar Rp 5 miliar mangkrak di Desa Berakit. (Foto: Hasura/Presmedia.id)
Pabrik Es yang dibangun Pemprov Kepri sebesar Rp 5 miliar mangkrak di Desa Berakit. (Foto: Hasura/Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID – Pabrik es yang tidak beroperasi di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, diketahui menghabiskan anggaran sebesar Rp5 miliar dari Pemprov Kepri pada tahun 2014.

Kepala Dinas Perikanan Bintan, Fachrimsyah, mengungkapkan bahwa pabrik tersebut dibangun oleh Pemprov Kepri pada tahun 2014 dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan es bagi para nelayan.

Pabrik es ini dibangun oleh Pemprov Kepri pada 2014 untuk mendukung kebutuhan nelayan,” jelas Fachrimsyah.

Setelah selesai dibangun, aset pabrik diserahkan kepada Pemkab Bintan untuk dikelola, dan pada tahun 2017, pengelolaannya diserahkan kepada PT Bintan Inti Sukses (BIS), sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Namun, pengoperasian oleh PT BIS hanya berlangsung singkat. Pada 2018, pabrik tersebut berhenti beroperasi karena tingginya biaya operasional, terutama biaya listrik.

“Biaya listriknya sangat tinggi, sehingga hak pengoperasiannya dikembalikan ke Pemkab Bintan,” ujar Fachrimsyah.

Sejak berhenti beroperasi pada 2018, kepemilikan aset pabrik ini secara resmi diserahkan oleh Pemprov Kepri ke Pemkab Bintan pada 2022, saat masa pandemi Covid-19. Namun, saat penyerahan, ditemukan banyak komponen vital seperti mesin yang hilang dari pabrik.

“Karena banyak alat yang hilang, kami memutuskan untuk menggembok pabrik dan melaporkan kasus ini ke Polsek Bintan Utara,” lanjutnya.

Pabrik es yang mangkrak ini sulit diaktifkan kembali karena biaya perbaikannya hampir sama dengan membangun pabrik baru. Kasus ini telah dilaporkan ke Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Bintan, yang memberikan rekomendasi untuk memutihkan aset tersebut atau melelangnya.

“Jika pabrik dibiarkan, akan terjadi korosi. Namun, biaya operasional untuk menghidupkannya kembali hampir sama dengan membangun pabrik baru,” tutupnya.

Penulis: Hasura
Editor : Redaksi

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com