
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Meski Singapura sudah membuka pintu masuk warga Negara Indonesia berkunjung ke Negaranya.
Namun pemerintah Indonesia hingga saat ini belum mengizinkan warga negara Singapura masuk dan berlibur ke Indonesia khususnya Kepri.
Akibatnya, kendati jalur Wisaman dari 19 negara melalui Penerbangan sudah diperbolehkan masuk ke Balai dan Kepri. Namun hingga saat ini, belum satu-pun penerbangan dan wisman yang datang.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri Buralimar, mengatakan belum diperbolehkan Warga Singapura masuk ke Indonesia, khususnya Kepri itu, menjadi pertanyaan yang selalu diterima dinas Pariwisata Kepri dari pelaku wisata di Kepri dan bahkan Singapura.
“Sampai saat ini terus terang banyak pertanyaan yang kami peroleh dari pelaku usaha Pariwisata di Kepri bahkan dari Negara Singapura. Dan atas sejumlah pertanyaan itu, Kami menyampaikan seluruhnya tergantung keputusan Pemerintah Pusat,” ujar Buralimas pada wartawan di Tanjungpinang, Jumat (5/11/2021).
Ia juga berharap, Pemerintah pusat dapat melakukan negosiasi secara intensif dengan Pemerintah Singapura agar WN Singapura itu dapat diizinkan datang dan berlibur ke kawasan wisata terpadu di Lagoi, Kabupaten Bintan dan Nongsa Poin Batam.
“Memang sampai saat ini kami juga belum mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru dari pusat, terkait rencana Travel Bubble dan lainnya. Namun yang pasti Singapura juga belum mengizinkan warganya ke Bintan dan Batam,” katanya.
Buralimar juga mengatakan, dengan pembuka jalur penerbangan Batam dan Bali untuk warga negara dari 19 negara oleh Pemerintah Pusat. Hingga saat ini belum ada wisman yang masuk melalui Bandara Hang Nadim, Batam.
Oleh karena itu, sebagaimana yang diajukan Pemerintah daerah ke Pusat, Perlu dibuka jalur pelayaran antar negara untuk memaksimalkan kunjungan wisman ke Kepri.
“Karena selama ini, jalur laut menjadi akses wisman dari Singapura dan Malaysia untuk berkunjung ke Batam dan Bintan di Provinsi Kepri,” ujarnya.
Kalau jalur pelayaran dibuka dan negosiasi antara kedua negara membuahkan hasil yang positif, pihaknya sangat optimistis, wisatawan asal Singapura dan Malaysia akan ramai berkunjung ke Lagoi dan Nongsa point Batam.
“Kami yakin mereka sudah merindukan tempat wisata berskala internasional ini,” ucapnya.
Mengenai pengetatan Protokoler Kesehatan, Buralimar mengatakan, Pemerintah Pemda Provinsi Kepri dan Pihak pengelola di  dua kawasan wisata itu menjamin, kenyamanan dan keamanan para wisman yang berlibur di sana akan terawasi.
Karena, kawasan pariwisata ini disiapkan secara terpadu dan terisolir dari kawasan pemukiman. Di Dalam kawasan juga sudah dilakukan standar protokol kesehatan dengan ketat.
Sehingga, apabila ada syarat karantina beberapa hari pun, wisman yang berkunjung tetap diberikan tempat yang berasa sedang berlibur.
“Sistem protokol kesehatan, sarana dan prasarana yang lengkap sudah disiapkan di kawasan wisata itu sehingga wisman tidak perlu ragu untuk berlibur di Bintan dan Batam,” demikian Buralimar.
Sebelumnya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menuturkan meski pemerintah pusat sudah membuka peluang pintu masuk wisman ke wilayah Provinsi Kepri. Namun, hal tersebut tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap sektor pariwisata di Provinsi Kepri.
Pasalnya, Singapura tidak masuk dalam daftar negara yang diizinkan masuk ke Indonesia. Sementara, sektor wisata di Kepri didominasi oleh Singapura melalui jalur laut.
“Karena pintu laut kita didominasi oleh Singapura. Jadi, walaupun dibuka tetap tidak akan ada kunjungan wisman,” ungkapnya.
Penulis :Ismail
Editor  :Redaksi













