Kapal Kargo Kayu Bernutan Sembako Kandas Nabrak Karang di Perairan Bintan ABK dan Nakhoda Selamat

Kapal Kargo Kayu yang kandas akibat tabrak karang. (Foto tangkapan layar dari masyarakat)
Kapal Kargo Kayu yang kandas akibat tabrak karang. (Foto tangkapan layar dari masyarakat)

PRESMEDIA.ID– Sebuah Kapal kargo kayu bermuatan sembako dan sejumlah barang lainnya kandas di perairan Pulau Hantu, Bintan, setelah menabrak batu karang.

Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Lima anak buah kapal (ABK) bersama nakhoda dilaporkan selamat.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kijang, Juanda Silaen, mengatakan kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, menuju Anambas pada 29 September 2026.

Menurutnya, kapal kandas setelah menabrak batu karang saat dalam perjalanan.

“Namun karena nakhoda kurang cakap, hingga menabrak batu karang dan mengakibatkan kapal kandas,” ujar Juanda, Kamis (1/10/2026).

Akibat menabrak karang, bagian depan kapal mengalami kerusakan dan kebocoran. Sejumlah barang yang menjadi muatan kapal juga dilaporkan jatuh ke laut.

Juanda memastikan kebocoran tersebut tidak sampai menyebabkan pencemaran laut.

“Saat ini, kapal telah ditarik ke Dermaga di Sei Enam,” katanya.

Terkait kelengkapan dokumen pelayaran, Juanda memastikan kapal tersebut telah mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Dokumen manifest muatan juga telah diterima pihak KSOP.

Menurutnya, muatan kapal didominasi sembako dan sejumlah barang lainnya. Namun, KSOP tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa secara rinci seluruh barang yang dibawa.

“Kalau SPB sudah ada, begitu juga manifestnya. Barang yang dibawa itu sembako. Gado-gado lah intinya. Tapi kalau untuk adanya barang elektronik ataupun bahan bangunan, kami tidak ingat,” ujar Juanda.

Sementara itu, Camat Bintan Pesisir, Asun Anni, mengatakan lokasi kejadian berada di wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Bintan Pesisir. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, titik kejadian berada di wilayah perairan Kecamatan Gunung Kijang.

“Kalau informasi kapal itu karam, kami dapat info itu. Kami lihat juga video yang beredar. Namun kami tidak mengetahui secara persis penyebab kapal kayu itu bisa kandas,” ujarnya.

Hingga kini, kapal telah dievakuasi ke Dermaga Sei Enam untuk penanganan lebih lanjut.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com

Tinggalkan Balasan