Kapal Kargo Newsun Harmony Bermuatan Alumina PT.BAI Kandas di Perairan Mapur-Bintan

Foto Ilustrasi Kapal Kargo
Foto Ilustrasi Kapal Kargo

PRESMEDIA.ID– Kapal kargo Newsun Harmony dilaporkan kandas dan mengalami kebocoran di Perairan Utara Mapur, Kabupaten Bintan.

Kapal berbendera Panama milik New Sun Shipping & Trading ini, dikabarkan mengangkut muatan alumina dari PT.Bintan Alumina Indonesia dari Bintan mau menuju Busan, Korea Selatan.

Insiden ini terjadi pada Rabu malam (10/12/2025), sesaat setelah kapal bertolak dari Pelabuhan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kijang.

Berdasarkan informasi yang diterima media, kapal bulk carrier yang dibangun pada 2004 dengan panjang 171 meter, lebar 27 meter, dan bobot total 29.870 ton ini, masih berada di lokasi kejadian.

Camat Bintan Pesisir, Assun Ani, membenarkan adanya laporan kapal kandas di sekitar Pulau Malibun yang berada di wilayahnya. Namun, ia mengaku belum mengetahui detail jenis kapal maupun kronologi kejadian.

“Informasi dari nelayan, memang ada kapal yang kandas di Perairan Utara Mapur, tepatnya di depan Pulau Malibun. Tapi kami belum tahu itu kapal apa dan bagaimana kejadiannya,” ujar Assun Ani, Jumat (12/12/2025).

Ia menambahkan, para nelayan hanya melihat kapal dari kejauhan karena kondisi cuaca di wilayah tersebut tengah dilanda angin kencang dan gelombang tinggi. Situasi ini membuat mereka tidak berani mendekat ke lokasi.

Kantor Syahbandar Benarkan Kapal Kargo Newsun Harmony Kandas

Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kijang, Juanda Silaen, membenarkan kapal kargo Newsun Harmony kandas.

Kapal kargo Newsun Harmony katanya, merupakan kapal kargo milik PT,BAI yang hendak mengangkut alumina ke Busan.

“Kapal itu bertolak dari PT BAI. Saat memasuki Perairan Utara Mapur, kapal dilanda cuaca ekstrem hingga keluar dari jalur dan menghantam bebatuan,” jelas Juanda.

Benturan ini lanjutnya, menyebabkan kapal kandas dan mengalami kebocoran di bagian haluan atau bagian depan kapal.

Juanda menambahkan, lokasi kejadian sebenarnya berada di luar wilayah kewenangan KSOP Kijang.
Namun, karena adanya permintaan bantuan dari PT BAI, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

Hingga saat ini, tim KSOP belum dapat menuju lokasi kejadian karena kondisi cuaca yang masih ekstrem.

Selain itu, armada KPLP yang biasanya digunakan untuk operasi juga sedang bertugas mengirim bantuan logistik ke Aceh, Sibolga, dan Padang.

“Kami terus berkoordinasi dengan PT BAI, KPLP Tanjung Uban, dan pihak lainnya. Namun saat ini perjalanan ke lokasi tidak memungkinkan karena kapal yang tersedia hanya kapal kecil,” ujarnya.

Terkait posisi terbaru kapal Newsun Harmony, Juanda memastikan kapal masih berada di lokasi. Evakuasi belum bisa dilakukan karena harus menunggu tim teknis dari perusahaan operator kapal.

Informasi dari PT BAI, mereka sedang menunggu tim dari perusahaan kapal. Tim itu yang akan melakukan pengecekan kerusakan, perbaikan, dan penilaian asuransi.

“Evakuasi hingga saat ini belum bisa dilakukan sebelum ada rilis resmi dari tim tersebut, ditambah kondisi cuaca masih ekstrem,” pungkasnya.

Sementara pihak PT.BAI sendiri, belum memberi konfrimasi atau keterangan dengan kondisi dan kecelakaan yang dialami kapal kargo Newsun Harmony yang mengangkut bahan Aluminanya.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi