
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando mengaku belum menemukan adanya beras yang dioplos dengan merk premium di Kota Tanjungpinang.
Hal itu dikatakan Kapolres menanggapi temuan media dan keluhan masyarakat atas kemasan beras yang diduga dioplos dan diperjual belikan disejumlah Supermarket dengan tempelan kertas lebel mutu pada sejumlah beras premium merk tertentu.
Kepada Media, Kapolres Tanjungpinang Fernando mengatakan, anggotanya dengan dinas terkait sudah turun dan melakukan pengecekan pada sejumlah beras itu, dan sampai saat ini belum menemukan adanya beras oplosan.
“Kita sudah turun dengan dinas terkait faktanya tidak ada, dan belum mendapati beras oplosan,” kata Fernando di Mapolres Tanjungpinang, Rabu(23/2/2022).
Fernando juga menyampaikan, seperti apa informasi beras oplosan itu, faktanya belum ada yang benar.
“Satreskrim Polres Tanjungpinang juga sudah melakukan penyelidikan ternyata tidak ada beras oplosan. Bahkan kita ajak beberapa wartawan ayo turun, kita lihat sama-sama di lapangan,” ujarnya.
Sebelumnya dugaan pengoplosan beras Import dan beras Bulog ini, berawal dari keterangan ibu rumah tangga yang mengaku membeli beras premium dengan merk ternama.
Tragisnya, ketika beras premium yang disebut beras pulen itu dimasak, ternyata rasa dan teksturnya tidak sama dengan beras premium pulen biasanya.
Kepada Media, ibu rumah tangga ini mengaku, jika beras yang dibeli dan dimasaknya itu, rasa dan teksturnya persis dengan beras medium.
Selain itu, juga ditemukan tempelan kemasan lebel mutu fotocopy dalam kemasan karung beras dan tidak tercetak dengan rapi pada karung kemasan sebagai mana beras premium merk lainnya.
Dari penelusuran media, beras dengan kemasan lebel mutu fotocopy itu, juga ditemukan diperjualbelikan sejumlah Supermarket dengan beras merk lainnya di Tanjungpinang.
Sementara itu, sejumlah warga di Bintan Utara dan Bintan Timur menyebut, ratusan karung beras yang diduga Import dari Batam itu, diangkut menggunakan Kapal kayu dari Batam ke Bintan.
Selanjutnya, ratusan karung beras itu dibongkar dari sejumlah pelabuhan Ilegal ke gudang penyimpanan di Bintan Utara dan Bintan Timur.
Dari gudang penyimpanan di Bintan itu, selanjutnya diangkut ke gunakan mobil Box ke sejumlah gudang di Tanjungpinang.
Informasi yang diperoleh media, terdapat sejumlah gudang dan tempat yang diduga menjadi tempat penyimpanan sekaligus pengoplosan dan pengemasan beras itu di Tanjungpinang.
Setelah dikemas menjadi beras premium dengan merk dagang beras ternama, selanjutnya beras itu diperjual belikan dengan beras lain disejumlah pasar dan supermarket di Tanjungpinang.
Penulis : Roland
Editor : Redaksi












