Karantina Tanjungpinang Pulangkan 20 Sapi Asal Jambi Karena Tidak Dilengkapi Dokumen

Kepala Satuan Pelayanan Karantina Tanjungpinang Dwi Sulityono
Kepala Satuan Pelayanan Karantina Tanjungpinang Dwi Sulityono. (Foto: Doc-Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Balai Karantina Kepulauan Riau Satuan Pelayanan Tanjungpinang, mengancam akan memulangkan 20 sapi asal Jambi yang masuk ke Tanjungpinang tanpa dilengkapi dokumen.

Kepala Satuan Pelayanan Karantina Tanjungpinang, Dwi Sulistyono, mengatakan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, ke 20 sapi asal Jambi itu, masuk ke Tanjungpinang tidak dilengkapi dengan dokumen kondisi kesehatan sapi dari Dinas Pertaniaan dan Peternakan asal (Jambi-red).

Kemudian, rekomendasi penangkaran kesehatan serta pengeluaran sapi dari Karantina asal, Demikian juga lokasi penangkaran Sapi sebelum di lepas liarkan atau dimanfaatkan daerah tujuan Tanjungpinang.

Saat ini lanjut Dwi, pihaknya masih melakukan proses, bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Tanjungpinang serta KSOP Tanjungpinang.

“Jika pemilik tidak dapat menunjukan dokumen kesehatan sapi dan rekomendasi pengawasan pengeluaran sapi dari dinas Pertanian dan Peternakan dan Karantina daerah asal, maka seluruh sapi ini akan kami pulangkan ke daerah asal melalui pelabuhan Roro Dompak Tanjungpinang,” katanya Kamis (23/5/2024).

Karantina hewan dan dinas terkait lanjut Dwi, juga sudah melakukan konfirmasi ke dinas dan karantina daerah asal, tentang kelengkapan dokumen pengiriman puluhan sapi itu, dan ternyata, dinas terkait di daerah asal, juga tidak mengetahui.

“Atas hal itu, kami akan tolak dan pulangkan seluruh sapi itu ke daerah asal karena dokumen tidak lengkap,” kata Dwi saat dikonfirmasi PRESMEDIA.ID.

Untuk proses pemulangan lanjut Dwi, pihak Karantina sedang melakukan proses dan koordinasi dengan pihak terkait.

“Nanti kita sampaikan ke teman-teman, jam berapa akan dipulangkan,” tutupnya.

Sebelumnya, Balai Karantina Kepulauan Riau Satuan Pelayanan Tanjungpinang, memeriksa 20 sapi asal Jambi yang tiba di Tanjungpinang tanpa dilengkapi dokumen.

Penulis: Roland
Editor  : Redaktur