Korupsi Pajak BPHTB, Dua Pegawai BP2RD Tanjungpinang Mangkir Dari Panggilan Jaksa

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Dipanggil Jaksa atas dugaan korupsi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Dua oknum Pegawai Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) inisial Y dan D mangkir dan tidak datang.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intelijen) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah mengatakan, sesuai dengan surat yang dilayangkan, harusnya dua oknum ASN Pemko Tanjungpinang itu, telah dipanggil untuk diperiksa dalam tindak lanjut Penyelidikan dugaan korupsi pajak BPHTB di BP2RD Tanjungpinang.

“Surat Panggilan sudah kami layangkan. Dengan jadwal, hari pukul 09.00 WIB, D dan Y diperiksa,” ujar Rizky.

Namun, lanjut Rizky, hingga pukul 12.00 WIB, kedua ASN itu belum datang dan belum ada kabar, apakah keduanya bisa datang untuk dimintai keterangan atau tidak.

“Saat ini kami masih menunggu, dan jika tidak hadir, kami akan lakukan pemanggilan kembali, untuk diperiksa pekan depan,” ujarnya.

Ditanya mengenai jumlah saksi yabg susah diperiksa dalam penyelidikan kasus korupsi tersebut, Rizky mengatakan, hingga saat ini sudah ada 9 orang, baik dari pejabat yang ada diwilayah Pemerintahan Kota Tanjungpinang maupun pihak swasta.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Aheliya Abustam sebelumnya juga menyatakan akan segera menaikan status pemyelidikan dugaan korupsi korupsi Rp.1,2 M dana pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Tanjungpinang ke penyidikan (Sidik).

Saat ini lanjut Kepala Kejaksaan Negeri itu, proses penyelidikan dugaan korupsi pajak BPHTB di BP2RD kota Tanjungpinang itu, siap dinaikan ke penyidikan, karena telah ditemukan 2 alat bukti atas dugaan tindak pidananya.

�Dalam waktu dekat, perkara dugaan korupsi ini akan kami naikan ke penyidikan yang nantinya ditangani oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus),� ujar Aheliya Abustam belum lama ini.

Penulis:Roland