
PRESMEDIA.ID,Bintan- Satu Tenaga Kerja Asing (TKA) insial S (52) dari Hainan Republik Rakyat Thiongkok� (RRT),� tewas setelah mengalami kecelakaan kerja (Lakakerja) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) perusahaan Bintan Alumina Indonesia (PT.BAI) Galang Batang-Bintan, Rabu (22/4/2020) sore.
Informasi yang dihimpun dari pekerja di KEK Galang Batang mengatakan, laka kerja pada dua TKA asal RRT itu, terjadi ketika ke duanya terjatuh dari sebuah Tower di unit kerja kawasan perusahan PT.Bintan Alumina Indonesia (BAI) Galang Batang Bintan.
Keduanya TKA China laki-laki, satu orang tewas ditempat karena terjatuh dari atas Tower,”ujar salah seorang pekerja pada PRESMEDIA.ID, Kamis (30/4/2020).
Kedua korban lanjutnya, saat itu sedang naik ke tower crane proyek untuk melakukan melalukaan suatu kerja, karena posisi tower itu akan berpindah.
Namun naasnya ketika keduanya diatas, tower itu goyang, yang mengakibatakan satu dari dua TKA itu terjatuh karena tidak pakai tali pengaman. Sementara satu lainyanya tersangkut dan mengalami luka pada tangannya.
“Untuk kronologis pastinya kami tak tahu. Tapi setelah musibah itu, keduanya langsung dilarikan ke RSUP Kepri Raja Ahmad Tabib Batu 8 Kota Tanjungpinang,”jelasnya.
Management pengelola KEK-PT.BAI Galang batang Santoni, yang dikonfrimasi media ini, belum memberikan jawaban, upaya konfrimasi melalui hand phond dan Whatsaap-nya juga belum ada jawaban.
Kapolsek Gunung Kijang AKP.Monang P Silalahi, membenarkan kejadian tersebut, dan sedang dilakukan penyelidikan atas tewasnya TKA itu. Mengenai kronologi, AKP Monang mengatakan akan menjelaskan stelah data lengkap di ketahui.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Tenagakerja (Disnaker) Bintan, Indra Hidayat mengaku belum mendapatkan informasi terkait adanya TKA asal Cina yang lakakerja bahkan ada yang tewas itu.
“Mohon izin, kami belum dapat info terkait hal itu karena kewenangan lakakerja merupakan kewenangan pengawas tenaga kerja yang menjadi kewenangan di propinsi berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah,”katanya.
Kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Provinsi Kepri Tagor Napitupulu, mengaku belum mengetahui kejadian tersebut. Dan meminta pada wartawan agar terlebih dahulu melakukan pengechecakan.
Saya belum dapat informasi, Nanti saya check dulu,”ujarnya saat dikonfrimasi PRESMEDIA.ID.
Namun demikian, Tagor mengakui, jika sampai saat ini masih terdapat puluhan TKA Chihna yang bekerja di Perusahaan PT.BAI KEK Galang batang itu.
“Dari pengawasan yang dilakukan kemarin memang masih ada puluhan orang TKA China yang bekerja disana, Dan krena tidak bisa pulang maka ITAS sama KITAS-nya diperpanjang,”sebutnya.
Penulis:Hasura/Redaksi�












