
PRESMEDIA.ID– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu, khususnya warga yang tinggal di kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar.
Program penyambungan listrik gratis ini didanai melalui kolaborasi anggaran APBD, APBN, serta tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Pada 2026, sebanyak 460 rumah warga telah mendapatkan sambungan listrik melalui APBD. Pengerjaannya hampir rampung di seluruh kabupaten dan kota, sementara sisa pekerjaan di Kabupaten Natuna masih dikebut.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, M. Darwin, mengatakan pemerintah pusat juga mengalokasikan 1.400 sambungan rumah melalui APBN.
Pelaksanaannya diserahkan kepada PLN, sementara pemerintah daerah bertugas menyediakan data calon penerima untuk diverifikasi.
“Sedang berproses juga dari APBN itu kita dapat 1.400 sambungan,” kata Darwin, Jumat (6/11/2026).
Sasar Warga Pesisir dan Pulau Terluar
Program ini diprioritaskan bagi masyarakat prasejahtera yang belum menikmati akses listrik, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau penyangga.
Di Batam, penyaluran bantuan antara lain dipusatkan di kawasan Tanjung Gundap dan sejumlah pulau penyangga, mengingat sebagian besar wilayah perkotaan telah terjangkau jaringan listrik.
“Kalau di Batam itu banyak di pesisir-pesisir, dipusatkan di Tanjung Gundap serta pulau penyangga,” ujarnya.
Setiap rumah penerima bantuan mendapatkan sambungan listrik berdaya 900 VA untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Seluruh calon penerima juga melalui verifikasi lapangan agar bantuan tepat sasaran.
Selain dukungan pemerintah, perluasan akses listrik di Kepri juga melibatkan sektor swasta melalui program CSR.
Darwin menyebutkan, perusahaan di bidang kelistrikan telah berkontribusi menyediakan sekitar 220 sambungan listrik bagi masyarakat kurang mampu.
Kontribusi tersebut melibatkan sejumlah perusahaan dan pengelola pembangkit listrik, di antaranya PLN Batam, pengelola pembangkit Tanjung Kasam, kawasan industri Lobam, kawasan Lagoi, hingga pembangkit listrik swasta di Tanjung Uncang.
“Untuk CSR juga perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan ikut memberikan kontribusi,” katanya.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, PLN, dan perusahaan swasta, Pemprov Kepri berharap semakin banyak masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil dapat menikmati listrik.
Program ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan pemerataan pembangunan dan kualitas hidup masyarakat di Kepulauan Riau.
Penulis:Roland
Editor :Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com








