
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Kematian korban Zulkifli (32) warga Kelong Bintan di jalan Peralatan Km 7 Tanjungpinang menjadi misteri.
Korban yang disebut Polisi tewas akibat kecelakaan lalu linta hingga saat ini belum menemui titik terang pelaku, siapa pelaku yang menabrak korban.
Sementara Wakil wali kota Tanjungpinang Endang Abdullah yang saat itu berada di lokasi, membantah jika mobil dinasnya menabrak korban hingga tewas.
Kasat lantas Polres Tanjungpinang, AKP I Made Putra Hari Swargana, mengungkapkan berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan, telah memeriksa saksi-saksi di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari sejumlah saksi yang dimintai keterangan kata I Made, korban Zulkifli yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat BP 3216 AW warna hitam, melaju dengan kencang.
“Korban saat itu melaju dari arah jalan DI.Panjaitan Tanjungpinang di jalan Peralatan ke arah kantor Dinas PUPR Tanjungpinang. Sedangkan mobil dinas Wakil walikota yang dikendarai supirnya, melaju dari arah Dinas PUPR jalan Palaran ke arah jalan DI Panjaitan,” ujarnya Sabtu (12/2/2022).
Kemudian, motor korban terjatuh di sebelah kiri jalan. Sedangkan korban terpelanting ke arah kanan seberang jalan.
Namun Polisi belum memastikan, apakah jatuhnya korban hingga terpelanting ke arah kanan, ditabrak dan dilindas Mobil.
Satlantas Polres Tanjungpinang mengaku, sejumlah saksi mata yang dimintai keterangan, mengaku tidak ada yang melihat langsung kejadian.
“Saksi yang kita mintai keterangan mengaku hanya mendengar suara tabrakan dan tidak melihat langsung kejadian kecelakaannya,” kata I Made pada wartawan.
Oleh karena itu lanjutnya, jika ada masyarakat sekitar yang melihat kejadian sebenarnya, kita meminta agar bisa datang ke Mapolres Tanjungpinang membantu proses penyidikan.
Sementara Sopir mobil dinas Wakil Walikota yang juga diperiksa Polisi, mengaku tidak menabrak korban. Tetapi saat itu berhenti dan turun dari mobil dinasnya untuk menolong membawanya korban ke Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RS RAT) Tanjungpinang.
Sementara berdasarkan keterangan dokter dari pemeriksaan jasad menyatakan, korban meninggal akibat kecelakaan. Namun bagian mana dari tubuh korban yang terluka hingga mengakibatkan kematian. Polisi belum memperoleh mengetahui karana hasil Visum resmi dokter itu belum diterima.
Sementara itu, berdasarkan fakta kondisi sepeda motor korban Polisi mengatakan, hanya mengalami kerusak pada kaca spion, Sementara Helm yang digunakan korban dalam kondisi pecah yang mengindikasikan tertabrak atau terlindas.
“Bukti lain, helm korban pecah dan kepala terlindas. Sedangkan sepeda motor korban hanya rusak pada spion,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut I Made, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan, untuk memastikan korban tertabrak atau terlindas mobil dalam kecelakaan itu.
“Karena dari pemeriksaan, juga tidak ditemukan adanya bekas darah atau lecet di bodi mobil maupun ban mobil wakil wali kota itu. Tetapi kita akan dalami kembali keterangan supir mobil Wawako,” jelasnya
Saat ini lanjut I Made menegaskan, masih terus melakukan penyelidikan atas dugaan kecelakaan maut itu.
Atas kecelakaan ini keluarga korban dikatakan Kasat Lantas ini, juga telah mendatangi Satlantas Polres Tanjungpinang. Selain mempertanyakan proses penyelidikan, Keluarga korban yang tinggal di bintan itu juga meminta Laporan Kecelakaan, dengan alasan agar dapat mengurus BPJS Ketenagakerjaan.
“Istri korban kemarin datang menanyakan perkembangan penyidikan dan kita jelaskan hingga saat ini masih dilakukan proses,”pungkasnya.
Wawako Tanjungpinang Bantah Mobil Dinasnya Menabrak
Sementara itu, Wakil wali kota Tanjungpinang Endang Abdullah, juga membantah mobil dinasnya yang menabrak korban Zulkifli hingga tewas. Hal itu dikatakan Endang melalui rilis Pemko Tanjungpinang.
Melalui rilis Humas Pemko Tanjungpinang itu, Wakil Walikota Endang Abdullah menjelaskan kronologi kejadian pihaknya berada dilokasi tersebut.
Ia menerangkan, pada satu itu dia baru selesai rapat di Dinas PU Â kota Tanjungpinang dan akan pulang ke rumah dinas bersama ajudan, walpri dan supir, Kamis (9/2/2022).
Setelah keluar dari kantor PU, pihaknya mengaku melihat pengendara motor sudah terjatuh dan tergeletak di tengah jalan.
“Kami turun dari mobil untuk melihat korban. Dan saat itu langsung menghubungi pihak Kepolisian dan Ambulance. Saya sendiri berlari ke dinas PU untuk meminta bantuan,” ungkap Endang.
Karena belum ada Pertolongan lanjut kata Endang, Dia dan sopirnya berinisiatif membawa korban ke RSUP menggunakan mobil dinas bersama 2 orang warga yang membantu.
Endang juga menyampaikan bahwa informasi yang beredar di media sosial maupun whatsapp group adalah tidak benar.
“Pengendara tidak di tabrak oleh mobil dinas, kami lewat disitu dan membantu korban membawa ke Rumah Sakit,” jelasnya.
Penulis:Roland
Editor :Redaksi













