
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Memasuki awal tahun 2021, sejumlah sekolah SMA/SMK/ sederajat di Kepri, mengusulkan penerapan proses berajar mengajar tatap muka di Sekolah.
Menanggapi hal ini, jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau, mengaku masih memverifikasi seluruh SMA/SMK/sederajat se-Kepri yang mengusulkan penerapan proses belajar mengajar tersebut.
”Namun perlu digaris bawahi dinas (Disdik Kepri, red) dalam hal ini, sekedar memverifikasi saja. Soal keputusan atau kewenangan ada di tangan Bapak Gubernur,” kata Kepala Disdik Kepri, M Dali, saat dihubungi PRESMEDIA.ID, Rabu (6/1/2021).
Dali menambahkan, hingga ini ada 117 sekolah se-Kepri yang terdiri dari, 56 SMA, 60 SMK dan 2 SLB yang mengusulkan pembelajaran tatap muka. Sementara, 96 SMA, 52 SMK, dan 17 SLB masih betah dengan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online.
Namun atas pengusulan itu, kata Dali, pihaknya masih menunggu keputusan Gubernur untuk menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah itu.
Diakuinya, pada 4 Januari lalu seharusnya ada sejumlah sekolah yang sudah akan menerapkan pemberlajaran tatap muka. Namun, hal tersebut harus ditunda mengingat santer adanya informasi mulai merebaknya varian baru virus COVID-19.
Oleh karena itu, imbuhnyam penerapan tatap muka di sejumlah sekolah ditunda, dengan pertimbangan adanya kekhawatiran akan informasi varian baru visrus corona tersebut.
“Kehati-hatian ini juga cukup bagus, artinya Pak Gubernur tidak gegabah memutuskannya pembelajaran tatap muka ini. Tapi, kami masih menunggu,” ujar penggemar berat kelompok band tanah air, Dadali ini.
Gubernur Masih Evaluasi Kebijakan Belajar Tatap Muka
Ditempat terpisah, Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto mengungkapkan, hingga saat ini masih mempertimbangkan pemberlakuan proses belajar tatap muka untuk siswa SMA/SMK/sederajat di Kepri.
Diakuinya, berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan (Disdik) sudah banyak sekolah yang mengusulkan proses belajar tatap muka tersebut.
“Tetap akan kita pantau dan evaluasi beberapa usulan kegiatan pembelajaran tatap muka ini,” kata Isdianto seperti dikutip laman kominfo.kepriprov.go.id.
Menurut Isdianto, meskipun Kementerian Pendidikan sudah memperbolehkan penerapan tatap muka di sekolah. Namun, perlu dilihat dulu kondisi daerah apakah memungkinkan sekolah dibuka kembali.
Kalau pun nanti izin tersebut diberikan, pengawasannya pun harus diperketat, dan perlu dilakukan evaluasi setiap bulannya. Mengingat. hingga saat ini di Kepri masih dalam kondisi Pandemi Covid-19.
“Jangan sampai menimbulkan klaster baru dan benar-benar mengikuti protokol kesehatan COVID-19,” tegasnya.
Penulis: Ismail












