
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Program baju gratis dua stel seragam siswa SMA/SMK sederajat Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pendidikan tahun ajaran 2024/2025 belum terealisasi.
Sejumlah Orang tua siswa SMA/SMK sederajat, kembali ditagih sekolah Rp1,3 juta untuk membeli lima jenis seragam sekolah tahun ajaran baru siswa SMA/SMK dan SLB di Kepri.
Kelima seragam yang harus dibeli itu adalah baju dinas OSIS putih abu-abu, baju kurung Melayu, baju batik, pramuka, dan baju olahraga.
Weni, salah satu wali murid siswa SMA di Tanjungpinang, mengaku telah menerima surat pemberitahuan dari sekolah untuk membayar Rp1,3 juta guna membeli seragam dinas anaknya yang baru masuk SMA tahun ini.
“Pihak sekolah menyatakan baju dinas harus dibeli karena dua stel baju yang gratis pemerintah, baru akan tersedia enam bulan mendatang,” keluh Weni di Tanjungpinang, Senin (22/7/2024).
Sekolah lanjutnya, juga memberikan opsi untuk membeli sebagian seragam di sekolah dan sisanya di luar.
“Yang wajib dibeli dari sekolah adalah baju kurung Melayu, baju batik, dan baju olahraga. Sedangkan baju putih abu-abu dan pramuka bisa dibeli di luar,” tambahnya.
Orang tua lainnya, Samin, juga mengkonfirmasi biaya pembelian seragam ini. Ia mengatakan, dengan kondisi ekonomi yang saat sulit, tentu menjadi beban berat baginya yang menyekolahkan anak di salah satu SMA di Tanjungpinang.
Pemprov Kepri Beri Dua Stel Seragam Gratis
Di tempat terpisah, Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad mengakui, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau baru bisa menyediakan dua stel seragam gratis untuk siswa SMA Negeri di Kepri. Pengadaan ini akan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan sesuai jumlah siswa SMA/SMK dan SLB negeri di Kepri.
“Untuk seragam gratis ini hanya dua stel saja untuk SMA Negeri. Mulai tahun ini kita juga memberlakukan SPP gratis untuk seluruh siswa dan siswi SMA/SMK dan SLB Negeri di Kepri,” ujar Ansar saat ditemui di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Senggarang Tanjungpinang, Senin (22/7/2024).
Ansar meminta media untuk mengonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Kepri mengenai anggaran dan teknis pengadaan seragam ini.
Namun untuk SPP gratis lanjutnya, pemerintah provinsi Kepri telah mengalokasikan dana Rp23-40 miliar dana di APBD 2024.
“SPP gratis SMA/SMK dan SLB sudah mulai direalisasikan di tahun ajaran baru Juli 2024/2025,” tambah Ansar.
Untuk sekolah SMA swasta dan Madrasah Aliyah, Ansar menyebut masih akan dilakukan perhitungan serta mekanisme aturannya, karena beberapa sekolah swasta berada di bawah naungan Kementerian Agama serta yayasan lainnya.
“Mudah-mudahan di awal tahun depan bisa digratiskan juga untuk sekolah swasta dan madrasah aliyah,” jelasnya.
Selain penggratisan SPP, Ansar menyebut, pemerintah provinsi Kepri juga memperhatikan insentif guru dan tenaga kependidikan di Kepri.
Ansar berharap program pendidikan ini dapat terus dilanjutkan, termasuk bantuan transportasi anak sekolah di daerah pesisir dan daratan, sehingga tidak ada anak-anak Kepri yang tidak mampu bersekolah.
“Kita sampaikan ke sekolah bahwa semua siswa harus bersekolah, sehingga tidak ada lagi anak-anak yang kurang mampu di Kepri tidak bisa sekolah,” tutupnya.
Penulis: Roland
Editor : Redaktur












