DKP2KH Pastikan Stok Hewan Kurban Idul Adha 2026 di Kepri Aman dan Sehat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH), Kepri, Rika Azmi (Roland/ premsmedia)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH), Kepri, Rika Azmi (Roland/ premsmedia)

PRESMEDIA.ID– Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau memastikan kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam kondisi aman dan mencukupi.

Kebutuhan sapi kurban di wilayah Kepulauan Riau diperkirakan mencapai sekitar 7.000 ekor untuk memenuhi permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.

Kepala DKP2KH Kepri, Rika Azmi, mengatakan pemerintah terus memantau ketersediaan ternak dari peternak lokal maupun pasokan dari luar daerah.

“Kebutuhan sapi untuk Idul Adha di Kepri berkisar 7 ribu ekor,” kata Rika Azmi, Sabtu (9/5/2026).

Pasokan Sapi Didatangkan dari Lampung dan Riau

Menurut Rika, pasokan hewan ternak saat ini berasal dari sejumlah daerah produktif seperti Lampung hingga wilayah Riau.

Distribusi sapi ke sejumlah wilayah di Kepri, terutama Batam, Tanjungpinang, dan Bintan, juga disebut semakin terbuka dan lancar.

Meski jalur distribusi telah dibuka, pemerintah tetap menerapkan sistem pengawasan ketat terhadap potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

DKP2KH Kepri masih memberlakukan sistem pembagian zona merah, kuning, dan hijau sebagai langkah antisipasi dini terhadap penyebaran penyakit ternak.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri juga telah menginstruksikan seluruh tim teknis di kabupaten dan kota untuk memperketat pengawasan lapangan menjelang Idul Adha.

“Kita sudah surati kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan,” ujarnya.

Petugas kesehatan hewan diminta melakukan pemeriksaan fisik ternak secara intensif, terutama dua pekan sebelum hari raya.

Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan di kandang peternak, tetapi juga menyasar lokasi penampungan sementara hewan kurban.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang akan dikurbankan berada dalam kondisi sehat, layak konsumsi, dan bebas penyakit menular.

“Harus dipastikan hewan yang dikurbankan itu sehat dan layak konsumsi,” tambah Rika.

Hingga saat ini, DKP2KH Kepri mengaku belum menerima laporan adanya sapi bermasalah atau terjangkit penyakit menular di lapangan.

“Sejauh ini belum ada ditemukan sapi bermasalah,” katanya.

Masyarakat Diminta Tak Khawatir Soal Stok Hewan Kurban

Pemerintah Provinsi Kepri terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas harga hewan kurban.

DKP2KH juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan sapi kurban karena stok dipastikan aman hingga Idul Adha mendatang.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan stok sapi kita masih aman,” tutup Rika.

Penulis: Roland
Editor: Redaktur