Setelah Viral dan Diprotes Warga, Dinas PUPRP Bintan Janji Perbaiki Jalan Rusak di Desa Gunung Kijang

Kepala Dinas PUPRP Bintan Wan Afandi bersama Kabidnya memantau proses penimbunan jalan yang rusak di Jalan Kampung Banjar Baru Kecamatan Gunung Kijang. (Foto Hasura)
Kepala Dinas PUPRP Bintan Wan Afandi bersama Kabidnya memantau proses penimbunan jalan yang rusak di Jalan Kampung Banjar Baru Kecamatan Gunung Kijang. (Foto Hasura)

PRESMEDIA.ID- Jalan rusak dan berlubang di Kampung Banjar Baru, tepatnya di depan Kantor Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, akhirnya menjadi perhatian setelah viral di media sosial dan diprotes warga.

Kerusakan jalan yang menjadi akses penghubung kawasan Km 18 menuju Galang Batang itu dinilai telah lama mengganggu aktivitas masyarakat serta membahayakan para pengguna jalan.

Warga Keluhkan Jalan Rusak Sejak 2019

Salah seorang warga Gunung Kijang, Jono, mengatakan kondisi jalan tersebut sudah rusak parah sejak bertahun-tahun lalu. Bahkan, sejumlah lubang memiliki kedalaman sekitar 25 hingga 50 sentimeter, sehingga berisiko menyebabkan kecelakaan.

“Jalan rusak di depan Kantor Desa Gunung Kijang itu sudah menjadi pemandangan sejak lama. Dari 2019 hingga sekarang kondisinya tetap seperti ini, tidak ada perbaikan,” ujarnya.

Menurut Jono, warga setiap tahun telah mengusulkan perbaikan jalan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Namun hingga 2026, usulan tersebut belum juga terealisasi.

Akibatnya, kondisi jalan semakin rusak dengan lubang-lubang yang semakin besar dan dalam.

Tanam Pohon Pisang Sebagai Bentuk Protes

Kekecewaan warga akhirnya memuncak. Sebagai bentuk protes terhadap pemerintah daerah, warga menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang.

Aksi tersebut dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah agar segera mengambil langkah perbaikan.

“Sudah banyak pengendara yang menjadi korban kecelakaan di jalan ini. Hanya saja tidak pernah terangkat ke media. Kalau sudah viral, biasanya baru cepat diperbaiki,” kata Jono sambil tersenyum.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Anto. Ia mengaku kecewa karena banyak calon anggota legislatif saat masa kampanye berjanji akan memperbaiki jalan tersebut jika terpilih.

“Nyatanya sampai sekarang tidak ada yang menepati janji. Akibatnya kondisi jalan semakin parah,” ujarnya.

Dinas PUPRP Bintan Siapkan Penanganan Sementara

Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Bintan, Wan Afandi, mengatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan warga untuk menjelaskan kondisi dan rencana penanganan jalan tersebut.

Sebagai langkah awal, pemerintah akan melakukan penimbunan pada bagian jalan yang berlubang agar dapat kembali dilalui dengan lebih aman.

“Kami sudah bertemu dengan warga dan menjelaskan kondisi yang ada. Untuk tahap awal, jalan yang rusak akan kami timbun terlebih dahulu,” katanya.

Perbaikan Permanen Butuh Anggaran Rp4,5 Miliar

Wan Afandi menjelaskan, perbaikan permanen belum dapat dilaksanakan tahun ini karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.

Panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 500 meter, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp4,5 miliar.

Sementara pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bintan akan lebih dahulu membangun saluran drainase di lokasi tersebut guna mengatasi persoalan genangan air yang menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Pembangunan drainase itu dianggarkan sebesar Rp260 juta.

“Kami akan mengupayakan pembangunan jalan pada tahun depan. Jika belum bisa melalui APBD Kabupaten Bintan, kami akan mengajukan bantuan kepada Pemerintah Pusat,” tutup Wan Afandi.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com