
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam waktu dekat akan mulai memberikan izin penerapan pembelajaran tatap muka untuk SMA/SMK/sederajat. Terutama untuk kawasan Natuna, Anambas dan Lingga (NAL).
Pertimbangan tersebut, mengingat penyebaran COVID-19 di tiga daerah tersebut masih tergolong bisa dikendalikan. Hal itu dilihat dari, kasus yang terjadi di tiga kabupaten itu tidak terlalu dominan. Selain itu, ketiga daerah itu juga tidak efektif menerapkan belajar daring, karena masih banyak kawasan yang fasilitas internet-nya tidak terlalu bagus.
Sesuai arahan pak gubernur, kita prioritaskan membuka sekolah di wilayah Natuna, Anambas dan Lingga,” ucapnya, belum lama ini.
Menurut Sekda, salah satu syarat utama dibukanya proses belajar tatap muka tahun ajaran 2020/2021 yakni adanya persetujuan orang tua. Dan, sesuai dengan hasil survei yang dilakukan sebanyak 65 persen orang tua menyetujui putra-putrinya mengikuti pembelajaran tatap muka di masa pandemi COVID-19. Kemudian, 20 persen tidak setuju dan meminta daring, sementara sisanya 15 persen lagi tidak memberikan tanggapan.
“Yang perlu diketahui, untuk orang tua yang tidak setuju, anaknya tetap bisa melakukan daring,” kata Arif.
Ketua Harian Satgas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepri ini juga menambahkan, pihaknya juga telah meninjau sekolah-sekolah di tiga kabupaten tersebut. Setelah ditinjau, kata Arif sekolah disana layak untuk dibuka belajar tatap muka.
“Sekarang saya juga sudah meminta kepada Tim Satgas, untuk survei semua sekolah, untuk menentukan sekolah menjadi pilot project dalam penerapan protokol kesehatan yang baik,” pungkasnya.
Disamping itu, Arif mengaku, awalnya Pemprov Kepri berencana membuka kembali proses belajar tatap muka pada 4 Januari 2021 lalu. Namun lantaran banyak anak-anak ikut orang tuanya libur tahun baru ke luar daerah, maka ditunda.
“Beberapa minggu ini kita pantau setelah liburan tahun baru, dan yang di rencanakan tanggal 4 Januari kita tunda. Karena banyak anak-anak ikut liburan ke luar daerah,” imbuh Arif.
Penulis: Ismail
Editor : Ogawa












