Tambah 160 Kasus, Penderita HIV-AIDS Kepri Capai 5.100 Orang 2025 Batam Kasus Tertinggi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Bisri (Foto-Hasura/Presmedia)PRESMEDIA.ID– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat, terjadinya penambahan kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) hingga menderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) sepanjang tahun 2025.

Penambahan penderita ini membuat jumlah kumulatif penderita HIV-AIDS di provinsi Kepri kini mencapai 5.100 orang.

Kepala Dinkes Provinsi Kepri, Bisri, mengatakan sejak Januari hingga Desember 2025, diidentifikasi 160 kasus baru penularan HIV di wilayah Kepri.

Dengan angka tersebut, total kasus HIV meningkat dari sebelumnya yang berada di kisaran 4.900-an kasus.

“Kasus HIV di Kepri memang mengalami kenaikan setiap tahun. Tahun ini saja ditemukan 160 kasus baru, sehingga total kumulatif penularan HIV hingga 2025 mencapai 5.100 orang,” ujar Bisri saat ditemui di Puskesmas Seilekop, Kecamatan Bintan Timur.

Batam Wilayah Kasus Tertinggi

Bisri menjelaskan, kasus baru HIV paling banyak ditemukan di wilayah Kota Batam, disusul oleh beberapa daerah lain, termasuk Kabupaten Bintan.

“Yang paling banyak memang di Batam. Bintan juga ada kenaikan. Umumnya terjadi di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinkes Kepri, penderita HIV di wilayah tersebut masih didominasi oleh laki-laki, meskipun kasus pada perempuan juga tetap ditemukan setiap tahunnya.

Sementara terkait angka kematian, Bisri menegaskan bahwa tidak semua pasien HIV meninggal akibat HIV secara langsung.

“Kita tidak bisa serta-merta mengatakan kematian disebabkan HIV. Bisa saja karena penyakit lain,” ujarnya.

Kasus HIV Ditemukan pada Remaja dan Pelajar di Kepri

Dinkes Kepri juga mencatat, adanya kasus HIV pada kalangan remaja, termasuk pelajar, meskipun jumlahnya relatif kecil dibandingkan kelompok usia dewasa.

“Kalau remaja ada, tapi tidak banyak, sekitar satu sampai tiga orang. Mayoritas penderita berusia di atas 25 tahun,” kata Bisri.

Untuk kasus HIV pada anak dan balita, Bisri menyebut penularan umumnya terjadi dari ibu ke anak, baik saat kehamilan maupun proses persalinan. Sementara faktor penularan pada remaja masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Dinkes Kepri lanjutnya, akan terus melakukan pendampingan, pembinaan, dan konseling kepada para penderita HIV, termasuk anak dan remaja.

Pasien juga didorong untuk rutin mengonsumsi obat agar tetap sehat dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.

“Kami sudah menyiapkan konseling dan pembinaan. Minum obat secara teratur sangat penting agar mereka tetap sehat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Penulis:Hasura
Editor :Redaksi