
PRESMEDIA.ID,Bintan- Terjatuh dari sepeda akibat jalan Bhakti Praja Tanjunguban berlobang, kakek Sugiman (70) meninggal dunia. Korban yang berusia 70 tahun ini sebelum meninggal dikabarkan mengalami kecelakaan akibat sepde yang diggnakan terjerembab kedalam lobang Jalan Bhakti Tanjung Uban.
Informasi yang didapat, musibah itu terjadi pada Senin (23/12/2019) kemarin. Kala itu korban yang baru selesai menunaikan Salat Ashar berjamaah di Masjid Ar Rahim, hendak pulang ke rumahnya. Korban pulang ke rumah menggunakan sepeda melintasi Jalan Bhakti Praja, Namun secara tiba-tiba sepedanya oleng akibat lubang jalan, yang mengakibatkan korban terjatuh dan pingsan.
“Pas saya pulang dari masjid, korban sudah terbaring di jalan. Lantas kami larikan ke RSUD Tanjunguban Engku Haji Daud. Lalu malamnya kami dapat kabar beliau meninggal dunia,”ujar Indra Setiawan Anggota Komisi II DPRD Bintan Rabu,(25/12/2019).
Politisi PDIP ini mengaku, korban dan dia saat itu menunaikan salat berjamaah di masjid yang sama. Usai sholat kemudian korban pulang terlebih dahulu, Tragisnya saat di jalan korban mengalami kecelakaan tunggal.
“Kita sangat menyayangkan kecelakaan ini terjadi akibat kondisi jalanan yang rusak parah. Kai juga sangat kecewa dengan pemerintah Kabupaten Bintan yang tidak ada perhatian dengan kondisi jalanan ini. Padahal jalanan itu sangat penting bagi keselamatan jiwa pengendara. Kalau sudah seperti ini siapa yang mau disalahkan,�jelasnya.
Indra juga mengatakan, untuk perbaikan pengaspalan jalan, di APBD 2019 sebelumnya memang sudah dialokasikan dengan dana Rp 30 miliar, Alokasi anggaran itu diperuntukan memperbaiki 6 titik jalan di Kabupaten Bintan.
“Kalau tidak salah, salah satunya Jalan Bhakti Praja, Namun kita tidak tahu mengaoa pengaspalanya di sini tidak dilaksanakan,”ujarnya.
Terpisah, RT setempat, Ferry mengakui jika ada warga yang meninggal dunia akibat terjatuh dari sepeda saat melalui Jalan Bhakti Praja. Almarhum itu berdomisili di RT sebelah tempat tinggalnya dan merupakan jamah Masjid Ar Rahim.
“Kejadiannya tepatnya di depan Kantor Pegadaian tak jauh dari kantor lurah,”sebutnya.
Ferry juga mengakui, jalan Jalan Bhakti Praja itu sudah berkali-kali menelan korban jiwa. Namun paling parah ada 3 korban yaitu dua korban luka-luka dan satu lagi kakek yang meninggal dunia.
Warga setempat sudah mengusulkan perbaikan ke pemerintah, tetapi hingga kini tidak pernah terealisasi. Dan untuk menghindari korban lainya, kelurahan akan segera menutup jalan berlubang dengan semen.
“Selain rusak,jika hujan jalanan itu juga direndam banjir,”ucapnya.
Pantauan di lapangan, hingga saat ini jalan Bhakti Praja yang merupakan akses penghubung antara Kelurahan Tanjunguban Selatan dengan Tanjunguban Kota itu kondisinya sudah rusak parah. Selain berlubang jalanan itu juga bergelombang sehingga sangat rawan kecelakaan lalulintas (lakalantas).
Penulis:Hasura













