
PRESMEDIA.ID, Bintan – Sebanyak 29 dermaga nelayan dan masyarakat di Kabupaten Bintan rusakan parah dan memprihatinkan.
Selain lantai yang berlubang, sejumlah tiang pancang dan pondasi dermaga tersebut juga hancur dan keropos.
Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan, Yefrizon, mengungkapkan bahwa dari hasil pendataan, 29 dari ratusan dermaga di Kabupaten Bintan mengalami kerusakan. Meskipun rusak, sebagian dermaga masih digunakan oleh masyarakat nelayan, sementara yang lainnya tidak dapat digunakan.
“Sebanyak 29 dermaga yang rusak ini memang membutuhkan perbaikan dan rehabilitasi total karena kondisinya sudah sangat parah,” kata Yefrizon di Bintan.
Dermaga yang mengalami kerusakan parah tersebut merupakan proyek yang dikerjakan pada tahun 2014 dengan menggunakan tiang pancang yang dicor secara manual.
“Rata-rata kerusakan terjadi karena dermaga sudah berusia lebih dari 10 tahun,” tambahnya.
Dermaga yang dibangun setelah tahun 2015 menggunakan tiang pancang Threekes dengan bahan jadi, sehingga daya tahannya bisa mencapai lebih dari 20 tahun, karena kekuatannya dijamin oleh produsen.
Namun, upaya Dinas Perhubungan Bintan untuk mengusulkan pembangunan melalui Musrenbang tingkat Kabupaten Bintan beberapa kali gagal direalisasikan karena keterbatasan anggaran daerah.
“Untuk pembangunan, kami sudah beberapa kali mengusulkan dari Dishub di Musrenbang. Namun, keuangan daerah tidak memungkinkan untuk mengalokasikan dana pembangunan,” ujarnya.
Sebagai alternatif, Dishub Bintan mengusulkan rehabilitasi dermaga ke Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Kami mengusulkan program rehabilitasi dermaga ke Pusat melalui program wilayah perbatasan, termasuk dermaga di Kecamatan Teluk Sebong, Bintan Utara, Bintan Pesisir, dan Gunung Kijang,” jelas Yefrizon.
Untuk tahap pertama, Dishub Bintan mengusulkan rehabilitasi 23 dermaga dengan anggaran mencapai Rp 50 miliar. Sementara enam dermaga lainnya akan diusulkan pada tahap berikutnya karena membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Beberapa dermaga membutuhkan perbaikan total dengan biaya sekitar Rp 10 miliar, sementara yang lainnya membutuhkan sekitar Rp 4 miliar. Total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 50 miliar,” pungkasnya.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi













