
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang mengatakan, sebanyak 3.210 warga di Tanjungpinang menjadi korban terdampak bencana banjir dan tanah longsor pada 1-2 Januari 2021.
Kepala BPBD Tanjungpinang, Dedy Sjufri Yusja, mengatakan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 1 dan 2 Januari 2021 lalu itu, merendam ribuan rumah dan memaksa sejumlah warga di Tanjungpinang mengungsi disejumlah tempat.
“Untuk data sementara kami mencatat ada 1.108 KK atau 3.210 jiwa yang terdampak akibat bencana banjir,”ujarnya Senin (4/1/2021).
Data korban itu lanjutnya, hingga saat ini masih terus bergerak seiring data yang masuk.
Ia memaparkan, untuk lokasi banjir ada 44 kejadian dan musibah tanah longsor di 27 lokasi.
“Yang paling parah dilokasi di Batu 13 kawasan Puspandari atau dikenal Jembatan Buaya. Sementara longsor terparah di Perumahan Graha Cendrawasih di Kilometer 8,” terangnya.
BPBD Tuding Developer Biang Kerok Banjir Tanjungpinang Dijelaskannya, penyebab terjadinya banjir di hampir sebagian besar wilayah Tanjungpinang dikarenakan curah hujan pada 1-2 Januari yang cukup tinggi. Ditambah lagi, bertepatan dengan tingginya air pasang laut.
Selain itu, semakin bertumbuhnya pemukiman baru dan tidak teraturnya penimbunan menjadi pemicu terjadi banjir di sejumlah titik.
“Banyak developer rumah yang menimbun di titik-titik resapan air, maka banyak terjadi banjir,” tambahnya.
Ia menambahkan, saat ini hampir seluruh lokasi banjir sudah surut. Para petugas yang diturunkan saat ini sedang membantu proses pembersihan paska banjir di rumah-rumah warga. Kendati demikian, Dedy tetap mengimbau kepada seluruh warga agar tetap waspada terjadi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca saat masih rawan terjadi hujan.
Kita berpatokan pada prakiraan BMKG juga, maka kami imbau tetap selalu waspada,” imbuh Dedy.
Penulis:Ismail












