Pembangkit Listrik Tanjung Uban. Bupati Roby memperjuangkan untuk mendapatkan cadangan listrik 30 MW di Tanjung Uban. (Foto-Hasura)
PRESMEDIA.ID– Bupati Bintan Roby Kurniawan menemui pihak PT.PLN menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kompensasi pemadaman listrik total (blackout) selama tiga hari.
Dalam pertemuan itu, Roby juga mendorong pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 20–30 megawatt (MW) sebagai sumber pasokan cadangan di Kabupaten Bintan.
Selain membahas kompensasi bagi pelanggan terdampak, pertemuan itu turut menyoroti peningkatan mutu pelayanan PLN dan jaminan ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Roby mengatakan, pemerintah daerah berkomunikasi langsung dengan pihak PLN untuk membahas sejumlah persoalan kelistrikan yang berdampak pada aktivitas masyarakat di Bintan.
“Kami sudah bertemu langsung tadi dengan pihak PLN. Di situ juga kita membahas persoalan-persoalan kelistrikan,” ujar Roby saat diwawancarai di Kijang Kota, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, saat pemadaman listrik melanda Kabupaten Bintan, dirinya telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut secara langsung kepada pihak PLN, baik di wilayah Tanjung Uban maupun Kijang.
Meski kewenangan teknis dan keputusan terkait sistem kelistrikan berada pada PLN, Pemkab Bintan tetap mendorong agar kepentingan masyarakat sebagai konsumen mendapat perhatian, termasuk hak atas kompensasi akibat pemadaman berkepanjangan.
“Ada beberapa hal yang diajukan, termasuk kemandirian terkait listrik Kabupaten Bintan dan kompensasi kepada masyarakat Bintan yang terdampak akibat blackout,” jelasnya.
Pemkab Bintan Bahas Opsi Kompensasi dengan PLN
Terkait kompensasi pemadaman listrik, Roby mengatakan pembahasan lanjutan akan dilakukan antara Pemkab Bintan dan PLN Tanjungpinang.
Menurutnya, PLN telah menyampaikan sejumlah opsi kompensasi. Namun, bentuk dan mekanisme pemberiannya masih menunggu pembahasan lebih lanjut serta keputusan dari pihak PLN.
“Ada beberapa opsi yang diberikan PLN soal kompensasi. Nanti kami akan melakukan audiensi kembali terkait opsi-opsi kompensasinya,” sebut Roby.
Pemkab Bintan berharap pembahasan tersebut dapat memberikan kejelasan mengenai bentuk kompensasi bagi pelanggan yang terdampak pemadaman listrik total selama tiga hari.
Bupati Dorong Pembangkit Listrik Cadangan 20–30 MW di Bintan
Selain memperjuangkan kompensasi, Pemkab Bintan juga mendorong penyediaan sumber listrik cadangan untuk mengantisipasi terulangnya pemadaman total akibat gangguan pasokan dari sistem interkoneksi Batam-Bintan.
Roby mengatakan, salah satu solusi jangka pendek yang diusulkan adalah pembangunan pembangkit listrik cadangan dengan kapasitas sekitar 20–30 MW.
Keberadaan pembangkit tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan listrik di Bintan apabila terjadi gangguan pada sistem kelistrikan yang terhubung dengan Batam.
“Jangka pendek kita dorong ada backup pembangkit listrik tenaga cadangan. Jika terealisasi, sudah bisa meng-cover satu Kabupaten Bintan,” katanya.
Menurut Roby, ketersediaan pembangkit cadangan menjadi kebutuhan penting agar aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi tidak kembali terganggu apabila terjadi pemadaman berskala besar.
Ia berharap PLN dapat merealisasikan penyediaan pembangkit listrik cadangan, terutama di wilayah Tanjung Uban, sebagai langkah antisipasi dalam jangka pendek.
“Soal pembangkit listrik cadangan ini sangat diperlukan. Karena jika terjadi blackout lagi, bisa segera teratasi,” ucapnya.
Kemandirian Listrik Penting untuk Investasi
Dalam jangka panjang, Pemkab Bintan juga mendorong terwujudnya kemandirian energi melalui penyediaan pembangkit listrik tersendiri di Kabupaten Bintan.
Roby menilai ketersediaan pasokan listrik yang andal merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pasokan listrik yang stabil dibutuhkan untuk menunjang operasional usaha, pengembangan industri, serta memberikan kepastian bagi investor yang ingin menanamkan modal di Bintan.
Namun, pembangunan pembangkit listrik mandiri membutuhkan proses dan waktu yang tidak singkat. Karena itu, penyediaan pembangkit cadangan dinilai sebagai langkah awal yang perlu didorong sembari menyiapkan solusi jangka panjang.
Pemkab Bintan berharap koordinasi dengan PLN dapat menghasilkan solusi konkret untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, melindungi kepentingan pelanggan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan.
Penulis:Hasura
Editor :Redaksi
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












