Ansar Janji Backup dan Dukung Pembangunan Bandara BAI di Bintan

img 20200104 wa00109151924759319310930
Anggota Komisi V DPR-RI Dapil Kepri Ansar Ahmad

PRESMEDIA.ID,Bintan-Pembangunan Bandara Busung atau Bintan Aviation Investmen (BAI) yang dibangun Group Gallant Venture Ltd (GVG) di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam (SKL) terus digesa. Rencananya bandara itu akan selesai dikerjakan pada 2022 mendatang.

Anggota Komisi V DPR RI, Ansar Ahmad mengatakan, Bandara Busung meruoakan Bandara Model (pilot project). Sebab merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang dikeloa oleh pihak swasta dengan status bandara umum.

�Nanti fokus penerbangannya dengan rute luar negeri, penerbangan Asia juga bisa masuk ke sini,�ujar Ansar, Jumat,(17/1/2020).

Sebelumnya, pembangunan bandara ini sempat terhenti disebabkan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat selalu berubah-ubah.

Awalnya, diberikan izin bandara khusus, Investornya saat itu langsung mengerjakan Kemudian berobah lagi, jadi hanya untuk caterfly dari luar negeri saja.

Kemudian berubah, keluar peraturan menteri lagi yang menyatakan 30 tahun seluruh aset dari bandara itu harus diserahkan ke pemerintah pusat akibatnya mereka menghentikan pembangunannya.

�Mereka yang bangun sendiri, biaya sendiri dan lahan mereka sendiri. Jadi manalah mungkin mereka kembalikan dalam kurun waktu 30 tahun. Belum tentu jangka waktu itu menguntungkan,�jelasnya.

Seharusnya pemerintah memberikan dukungan dan dorongan agar jangan ada hambatan-hambatan dari sisi aturan ini dan itu lagi. Sebab Bandara Busung dibangun tidak membebani anggaran pemerintah sedikitpun melainkan dibangun murni oleh swasta.

Dikarenakan termasuk fasilitas pendukung di Kawasan Bintan. Belakangan ini kembali diizinkan untuk penerbangan umum apa saja, sehingga mereka bisa melanjutkan dan mengerjakan pembangunannya dengan cepat.

�Satu-satunya yang dapat izin baru Bandara Busung. Makanya kita harus berikan dukungan penuh tapi dia tidak terlepas dengan kerjasama Angkasa Pura,�katanya.

Semasa menjabat sebagai Bupati Bintan 2 priode dirinya termasuk orang yang ikut membantu mengurus perizinan bandara itu ke Kemenhub RI. Kini dirinya sebagai Anggota Komisi V DPR RI, melalui Komisi V pihaknya akan membackup dan memberikan dukungan itu.

�Dukungannya bukan mengenai anggaran karena biayanya dari mereka tetapi mendukung agar pembangunannya cepat dilaksanakan dan cepat selesai,� ucapnya.

Sementara itu, PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) selaku pengelola Kawasan Pariwisata Lagoi sekaligus juga anak perusahaan pengembang Kawasan Bandara Busung akan mengupayakan penyelesaian bandar udara tersebut pada tahun 2022 mendatang.

Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab mengatakan pengembangan kawasan Bandara Busung merupakan rencana perusahaannya dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bintan.

�Jalur laut sudah ada ke Bintan. Kalau jalur udara juga ada pastinya wisman dan wisnu juga akan banyak ke sini,� katanya.

Tahun 2018 lalu, kunjungan wisman ke Bintan melalui jalur laut mencapai 550 ribu orang. Kemudian 2019 tembus diangka 750 ribu orang. Jumlah kunjungan itu yang masuk melalui pelabuhan di Bintan belum lagi yang masuk dari Tanjungpinang dan juga Batam ke Bintan.

Naiknya kunjungan juga adanya carter pesawat dari Tiongok ke Kepri. Hal inilah yang menjadi perhatian agar perusahaannya dapat menggesa penyelesaian Bandara Busung.

�Tahun 2020 ini mulai dikerjakan lagi dan kami prediksi untuk pengoperasiannya akan dilakukan pada tahun 2022. Jika sudah beroperasi nantinya akan menambahkan 500 ribu wisman datang ke Bintan,� katanya lagi.

Penulis: Hasura