
PRESMEDIA.ID– Arus mudik Lebaran 2026 membawa peningkatan signifikan pada trafik penumpang di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang.
PT.Angkasa Pura Indonesia mencatat, selama periode Angkutan Lebaran 2026, bandara ini telah melayani sebanyak 13.882 penumpang.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan 14,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 12.130 penumpang.
General Manager Bandara RHF, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengungkapkan bahwa operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 H telah resmi ditutup.
Posko ini sebelumnya aktif selama hampir tiga minggu, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026, sebagai pusat monitoring layanan angkutan udara selama musim mudik.
Penutupan posko menandai berakhirnya pengawasan intensif arus penerbangan Lebaran tahun ini.
Menurut Setiadi, keberhasilan layanan selama periode Lebaran tidak lepas dari sinergi kuat antara operator bandara dan seluruh stakeholder terkait.
“Seluruh peningkatan trafik penumpang dan penerbangan dapat dilayani secara optimal, dengan pencapaian utama zero accident,” ujarnya.
Lonjakan Penumpang dan Kargo
Selain penumpang, peningkatan juga terjadi pada sektor kargo. Bandara RHF mencatat, Kargo: 404,2 ton (naik 15,2% dari 351 ton di 2025) dan Penumpang: 13.882 orang (naik 14,4%).
Hal ini menunjukkan pertumbuhan aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Puncak Arus Mudik Terjadi H-2 Lebaran
Puncak pergerakan penumpang terjadi pada H-2 Lebaran, tepatnya 19 Maret 2026. Pada hari tersebut tercatat, 1.072 penumpang, 17 penerbangan.
Angka ini sekaligus menjadi rekor pergerakan penumpang harian tertinggi sepanjang kuartal I 2026 di Bandara RHF.
Dari sisi operasional penerbangan, Bandara RHF melayani, 164 pergerakan pesawat selama Lebaran 2026 naik 39 persen dibandingkan 118 pergerakan pada 2025.
Selain itu juga tedapat satu penerbangan internasional charter dengan 3 penumpang.
Peningkatan ini, turut didukung oleh tambahan 16 extra flight dari maskapai Batik Air untuk rute Jakarta (CGK)– Tanjungpinang (TNJ).
Setiadi mengatakan, peningkatan trafik ini semakin memperkuat posisi Bandara RHF sebagai pintu gerbang utama konektivitas udara di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
Pertumbuhan ini juga menjadi motivasi bagi pengelola bandara untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“Ke depan, kami akan terus menghadirkan pelayanan terbaik, memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan, serta mendukung pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah,” tutupnya.
Penulis:Roland
Editor :Redaktur













