
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang menemukan sejumlah kekurangan, dalam uji coba penerapan e-ticketing di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.
Sejumlah temuan itu, diungkapkan KSOP sebagai hasil evaluasi uji coba sistem e-ticketing untuk ferry domestik di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP).
Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOP Tanjungpinang, Imran mengatakan, evaluasi dengan identifikasi beberapa kekurangan itu dilakukan untuk dapat segera diperbaiki aplikator demi kelancaran penerapan sistem.
Evaluasi ini lanjut Imran, dilakukan berdasarkan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut No. 33 Tahun 2023 mengenai Implementasi E-Ticketing.
“Salah satu temuan penting adalah adanya perbedaan harga tiket di M-Kios untuk rute Tanjungpinang ke Tanjung Balai Karimun, di mana selisih harga mencapai Rp10 ribu dari ketentuan yang berlaku sesuai Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau,” ujarnya Jumat (16/8/2024).
Atas hal itu lanjutnya, KSOP telah meminta agar harga tiket disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, KSOP juga menyoroti masalah teknis dalam sistem pemesanan tiket M-Kios, yang hanya dapat dilakukan pada malam hari dan tidak tersedia untuk pembelian pada H-1 keberangkatan.
Penyebabnya adalah data operator yang belum sepenuhnya terinput ke dalam sistem. KSOP telah menginstruksikan agar data tersebut segera di input sehingga tiket dapat dibeli minimal H-1 sebelum keberangkatan.
Temuan lainnya adalah penjualan tiket secara manual masih berlangsung di loket, meskipun sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut No.33 Tahun 2023, seluruh transaksi tiket seharusnya dilakukan secara elektronik.
“Atas hal itu, kami meminta agar semua masalah ini diselesaikan sebelum soft launching e-ticketing dilaksanakan,” ujarnya.
Kepala KSOP Tanjungpinang, Ridwan Chaniago, menambahkan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memastikan implementasi e-ticketing sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri guna mengoptimalkan sistem e-ticketing, yang diharapkan dapat meningkatkan pengawasan, kepastian hukum, dan keteraturan di pelabuhan.
Penulis: Roland
Editor : Redaksi













