
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau Isdianto mengatakan, sangat optimis pelaksanaan pembangunan Jembatan Batam-Bintan akan dilakukan pada 2021 mendatang.
Proyek yang menjadi harapan masyarakat Kepri sejak zaman Gubernur Kepri Ismeth Abdullah ini, direncanakan akan menggunakan skema sharing pembiayaan antara APBN dan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“Rencana skema pembiayaan itu disampaikan langsung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia saat memantau titik lokasi pembangunan Desember 2019 lalu,”ucapnya,Rabu (29/1/2020).
Ia mengatakan, saat ini kemungkinan besar Pemerintah Pusat sedang menyusun skema sharing pembiayaan tersebut. Dan cara tersebut, merupakan solusi yang bagus untuk mewujudkan pembangunan jembatan sepanjang 7 kilometer itu.
“Apalagi kita tahu sendiri estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan itu tergolong besar, yakni mencapai Rp 7 triliun,” kata Isdianto.
Ia juga mengungkapkan, mimpi masyarakat Kepri untuk memiliki jembatan yang menyambungkan dua pulau besar di Kepri ini akan terwujud.
Apa lagi,realisasi pembangunan Jembatan Babin merupakan janji Presiden Joko Widodo. Selain itu, Kementerian PUPR dan kementerian terkait lainnya juga saat ini terus menindaklanjuti rencana pembangunan jembatan yang pengerjaannya ditargetkan rampung selama tiga tahun.
“Klaim saya 2021 sudah mulai peletakan batu pertama dan langsung mulai dibangun. Untuk itu saya minta sedikit bersabar,”sebutnya.
Penulis:Ismail













