Penumpang Citilink di Bandara RHF Tanjungpinang Mengaku Diterlantarkan Setelah Batal Terbang

Ratusan Peumpang pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 975 batal berangkat tujuan Bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang ke Jakarta (Roland/Presmedia)
Ratusan Peumpang pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 975 batal berangkat tujuan Bandara Raja Haji Fisabililah (RHF) Tanjungpinang ke Jakarta (Roland/Presmedia)

PRESMEDIA.ID– Sejumlah penumpang pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG 975 tujuan Jakarta mengaku kecewa karena ditelantarkan setelah penerbangan mereka dibatalkan pada Minggu (26/10/2025) sore di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 15.30 WIB itu, batal terbang tanpa adanya pemberitahuan dan kompensasi yang layak kepada para penumpang.

Akibatnya, para penumpang terlantar berjam-jam di bandara tanpa kepastian.

Padahal sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 89 Tahun 2015 Pasal 2, seharunya maskapai wajib memberikan kompensasi atas keterlambatan atau pembatalan penerbangan pada penumpang.

Penumpang Kecewa, Rugi Waktu dan Biaya

Salah satu penumpang, Suharti, mengaku sangat kecewa karena pembatalan penerbangan tersebut membuat seluruh jadwal perjalanannya terganggu.

“Terus terang dampaknya sangat merugikan dari sisi waktu, termasuk perjalanan lanjutan saya dari Jakarta ke Yogyakarta dan Pacitan,” ujarnya saat ditemui di Bandara RHF Tanjungpinang.

Suharti menjelaskan, ia bersama keluarganya telah membeli tiket pesawat Citilink untuk tiga orang, serta tiket kereta, travel, dan hotel yang semuanya kini terpaksa hangus.

“Kerugian waktu memang tidak bisa dihitung. Tapi secara materi, tiket kereta tiga orang Rp990 ribu, travel Rp300 ribu, dan hotel Rp900 ribu. Saya tidak mendapat kompensasi apapun dari Citilink,” tambahnya.

Yang lebih mengecewakan lagi lanjutnya, ketika ia mencoba mengonfirmasi pihak maskapai, Citilink justru mengaku bahwa pembatalan tersebut bukan tanggung jawab mereka.

“Kami sebagai pelanggan sangat menyayangkan dan dirugikan. Seharusnya kalau penerbangan tertunda lebih dari empat jam, ada kompensasi berupa makanan, minuman, hingga uang tunai Rp300 ribu. Tapi kami tidak dapat apa pun,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu penumpang mengaku akhirnya mendapat kompensasi penginapan semalam di Hotel Aston Tanjungpinang setelah menjelang malam.

“Kami baru diberi kompensasi penginapan setelah tengah malam yang jumlahnya ada sekitar 20 an orang. Itu pun baru dikasih setelah menunggu hingga malam,” katanya.

Sementara sebagian penumpang lain, mengaku memilih mencari alternatif penerbangan, baik lewat Bandara Hang Nadim Batam maupun tetap di RHF menggunakan maskapai lain.

“Ada juga yang memilih penerbangan Citilink keesokan harinya pukul 14.30 WIB,” tambahnya.

Pihak Citilink Bungkam

Sementar itu, Station Manager Citilink Bandara RHF Tanjungpinang, Sutrisno, yang dikonfrimasi dengan keluhan penumpang ini enggan memberikan keterangan.

Ia mengatakan, karena kejadianya sudah semalam maka konfirmasinya nanti diarahkan ke tim-nya.

“Izin, kejadian ini sudah semalam. Untuk press release nanti diarahkan ke tim kami. Nomornya akan saya kirim,” ujarnya singkat.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Sutrisno belum memberi tanggapan, demikian juga keteranga klarifikasi yang dijanjikan dari tim nya.

Penulis :Roland
Editor  :Redaktur