PT.Angkasa Pura Belum Terima Surat Resmi Garuda Berhenti Beroperasi di Tanjungpinang

Garuda Indonesia dikabarkan menghentikan operasional penerbangan di Tanjungpinang mulai Februari 2026. PT.Angkasa Pura Bandara RHF mengaku belum menerima surat resmi.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura KC Bandara RHF, Mohamad Setiadi Dermawan bersama jajarannya (Roland/Presmedia).
General Manager (GM) PT Angkasa Pura KC Bandara RHF, Mohamad Setiadi Dermawan bersama jajarannya (Roland/Presmedia).

PRESMEDIA.ID– PT.Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, mengaku, belum menerima surat resmi terkait kabar penghentian operasional maskapai Garuda Indonesia di Tanjungpinang.

Hal itu dikatakan, General Manager PT Angkasa Pura KC Bandara RHF, Mohamad Setiadi Dermawan, menanggapi beredarnya informasi penerbangan Garuda rute Tanjungpinang–Jakarta akan berhenti beroperasi mulai 9 Februari 2026.

Dermawan menyebutkan, informasi yang diterima pihak Bandara RHF sejauh ini, masih sebatas komunikasi lisan, sama seperti yang diketahui media.

“Perlu saya sampaikan, informasi yang kami terima sejauh ini masih sama dengan rekan media, baru secara lisan,” ujar Dermawan, Kamis (22/1/2026).

Pihak Bandara lanjutnya, juga masih menunggu pernyataan dan surat tertulis secara resmi dari manajemen Garuda Indonesia.

Terkait alasan penghentian operasional, Dermawan juga mengaku, belum menerima penjelasan detail dari pihak maskapai tersebut.

“Untuk detail alasannya kami belum mengetahui. Bisa saja berkaitan dengan pertimbangan operasional, Namun kami belum bisa memastikan sebelum ada pernyataan resmi dari Garuda,” tambahnya.

Penerbangan Dialihkan ke Citilink

Meski demikian, berdasarkan informasi awal yang beredar, penghentian penerbangan Garuda tersebut disebut sebagai bagian dari keputusan strategis antara Garuda Indonesia dan Citilink.

Dermawan menjelaskan, saat ini Garuda melayani penerbangan tiga kali seminggu, sementara Citilink melayani empat kali seminggu untuk rute Tanjungpinang–Jakarta.

“Jika nanti Garuda tidak lagi beroperasi, maka penerbangan tersebut akan diperbantukan oleh Citilink. Dengan begitu, penerbangan dari dan ke Tanjungpinang tetap tersedia setiap hari,” ujarnya.

Pendapatan Angkasa Pura Berkurang

Dermawan juga mengakui, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi pendapatan PT Angkasa Pura Indonesia, mengingat kontribusi penerbangan Garuda terhadap lalu lintas penumpang.

Namun demikian, ia memastikan layanan bandara tetap berjalan normal, karena operasional penerbangan akan tetap dilayani oleh Citilink.

“Pendapatan utama kami memang berasal dari penerbangan yang datang dan berangkat. Namun pelayanan kepada penumpang tetap optimal karena akan di-cover oleh Citilink,” tutupnya.

Penulis:Roland
Editor :Redaktur

Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com