PT.BAI Ekspor Perdana 70 Ribu Ton SG-Alumina Dari KEK Galang Batang Bintan

Pelepasan Eskport Perdana 70 ribu ton Smelter Grade Alimina SGA hasil produksi Indisteri hilirisasi bauksit dari Kawasan Ekonomi Khusus KEK Galang Batang Bintan Provinsi Kepri 2
Pelepasan Eskport Perdana 70 ribu ton Smelter Grade Alimina (SGA) hasil produksi Indisteri hilirisasi bauksit dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Bintan Provinsi Kepri.(foto:presmedia.id)

PRESMEDIA.ID, Bintan- Perusahan Bintan Alumina Indonesia (BAI), melakukan ekspor perdana 70 ribu ton Smelter Grade Alumina (SGA) hasil produksi Industri hilirisasi Bauksit dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Bintan Provinsi Kepri.

Pelepasan ekspor perdana Smelter Grade Alumina PT.BAI ini, dilakukan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto bersama menteri lainnya secara Daring dari Jakarta dan dihadiri Gubernur Provinsi Kepri serta Pimpinan tinggi instansi vertikal, Kepala daerah kabupaten/kota di Kawasan KAE Galang Batang Bintan, Jumat,(2/7/2021)

Direktur Utama PT.BAI Santoni mengatakan, Ekspor perdana Smelter Grade Alumina yang dilakukan merupakan komitmen dan tindak lanjut dari penanaman investasi yang dilaksanakan di kawasan KEK Galang Batang Bintan.

“Ekspor perdana sebanyak 70 ribu ton smelter grade Alumina dengan nilai eksport 21 Juta US dollar, merupakan bagian dari target 1 juta ton ekspor tahun pertama produksi Alumina dari Kawasan KEK ini,” ujarnya.

Santoni juga mengatakan, Kawasan KEK Galang Batang yang dibentuk berdasarkan PP nomor 40 tahun 2012, memiliki luar 2,336 hektar dan kegiatan utama industri manufaktur modern, hilirisasi bauksit, tekstil dan pakaian jadi, serta kawasan logistik modern dengan total investasi Rp.36 Triliun hingga 2025.

“Dari total investasi tersebut progres investasi yang sudah dilaksanakan di kawasan KEK Galang Batang, hingga saat ini sudah Rp.16 Triliun,” jelasanya.

Sejumlah investasi itu, dilaksanakan untuk pembangunan infrastruktur, Pembangunan Pembangkit Listrik Power Plant sebesar 160 MW, fasilitas Penyediaan air dengan reservoir 10 ribu kubik per detik serta sarana Pelabuhan dermaga dan pelabuhan Kargo dengan kapasitas 2 kali 25 ribu Twt.

Dengan mulai berproduksinya pabrik Smelter pengolahan Bauksit menjadi Alumina di KEK Galang Batang Bintan itu, Santoni juga meminta kemudahan fasilitas fiskal dan non fiskal serta dukungan dari pemerintah pusat dalam peningkatan investasi dan ekspor Indonesia ke luar Negeri.

“Melalui produksi Alumina di pabrik Smelter ini, harapan kami akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan Ekspor Indonesia ke luar Negeri,” ujarnya.

Dalam percepatan progres investasi dan Produksi di Kawasan KEK lanjut Santoni, Pihaknya juga telah menyerap 4.288 orang, dengan perbandingan 3.076 orang Tenaga Kerja Lokal dan 1.124 orang Tenaga Kerja Asing.

“Jumlah ini baru hanya sebagian kecil dari 21 ribu target penyerapan Tenaga Kerja yang akan kami butuhkan di Kawasan ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Santoni, pihaknya juga sedang mendidik dan mengirimkan 61 orang tenaga kerja teknik Indonesia dengan pendidikan S1 ke Tiongkok China, dalam rangka meningkatkan kualitas dan skil yang dimiliki.

“Selain itu, untuk menyerap tenaga kerja muda dan baru tamat, kami juga bekerja sama dengan Politeknik Batam untuk menampung lulusan tenaga kerja S1 dari sekolah tersebut,” pungkasnya.

Sementra itu, Gubernur provinssi Kepri Ansar Ahmad mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden dan Kementerian terkait atas ditetapkannya kawasan Galang Batang Bintan sebagai KEK melalui PP 40 tahun 2012.

KEK lanjut Ansar, menjadi sarana dan fasilitas bagi daerah dalam membangun investasi, sebagai salah satu solusi dalam meningkatkan ekonomi daerah dan Nasional.

“KEK Galang Batang ini termasuk salah satu kawasan yang percepatannya lebih maju, dengan investasi yang sudah ditanamkan hingga saat ini mencapai Rp16 triliun,” ujar Ansar.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ansar juga menjelaskan kondisi dan situasi Ekonomi provinsi Kepri sejak awal Pandemi Covid yang mengalami kontraksi minus 3 persen.

Saat ini lanjutnya, kondisi ekonomi Kepri masih mengalami kontraksi, Namun mulai mengalami peningkatan. Triwulan pertama Maret 20921 Ekonomi Kepri terkoreksi dengan baik pada minus 1.09 persen year on year.

Dengan kondisi ini, Ansar juga mengatakan pertumbuhan Ekonomi pada akhir 2021 akan positif tumbuh 3 persen. Optimis peningkatan pertumbuhan Ekonomi itu, didorong dengan perkembangan investasi triwulan pertama di Kepri yang tumbuh sebesar 1.356 juta US Dollar.

“Dengan ekspor produksi Alumina yang dilakukan PT.BAI ini, akan semakin menambah keyakinan kita, akan mendorong Pertumbuhan ekonomi Kepri pada akhir dan awal 2022 di posisi 3,5 sampai 7 persen,” sebutnya.

Dengan target investasi PT.BAI sebesar Rp 36 Triliun di tahun 2025, lanjut Ansar akan mampu menyerap 21 ribu Tenaga Kerja di Kepri, serta memberikan dukungan ekspor bagi Kepri dalam jumlah yang sangat signifikan.

Kepada Menkoperekonomia dan Menteri lainnya di Pemerintah Pusat, Ansar juga mengusulkan atas target 3-7 persen pertumbuhan ekonomi Kepri yang ditetapkan, Pemerintah daerah harus menghadirkan Rp.88 Triliun dana investasi.

“Dengan dukungan dan sejumlah kemudahan, hal ini akan lebih mudah kami capai melalui bantuan dan dukungan dari Pemerintah serta Kementerian, serta direalisasikannya Pembentukan FTZ menyeluruh Kawasan pulau Bintan dan Karimun,” ujarnya.

Penulis:Ismail

Editor  :Redaksi