
PRESMEDIA.ID– Satu tahun dilakukan penyidikan, Kejaksaan negeri Tanjungpinang dan Kejaksaan Tinggi Kepri tak kunjung menemukan nilai kerugian Negara dari dugaan Korupsi Pasar Puan Ramah Tanjungpinang.
Selain belum menemukan nilai Kerugian, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, juga belum menetapkan siapa tersangka yang bertangungjawab atas dugaan korupsi proyek pembangunan pasar di Tanjungpinang tahun 2022 itu.
Kepala kejaksaan negeri Tanjungpinang melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang, David Roger Julis Pakpahan, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil audit dari tim auditor Kejati Kepri atas dugaan korupsi proyek tersebut.
“Ya, masih belum keluar hasil auditnya dari tim Kejati Kepri,” ujarnya saat dikonfirmasi Media.
Terkait kendala dalam proses audit, pihaknya menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung ke Kejati Kepri.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses penyidikan tetap berjalan.
“Bukan jalan di tempat. Tiga hari lalu kami juga sudah menyurati BPK untuk menanyakan hasil audit. Saat ini kami masih menunggu jawabannya,” tambahnya.
Kejati Kepri: Audit Masih Berjalan
Di tempat terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kepri, Senopati, menyebut bahwa proses audit kerugian negara memang masih berlangsung dan belum selesai.
Hal ini menunjukkan bahwa proses administrasi dan teknis masih menjadi faktor yang memperlambat penetapan tersangka dalam kasus tersebut.
Kasus Naik ke Penyidikan Sejak Maret 2025
Sebelumnya, Kejari Tanjungpinang telah meningkatkan status perkara ini dari penyelidikan ke penyidikan pada Maret 2025, setelah ditemukan indikasi perbuatan melawan hukum dalam proyek tersebut.
Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjungpinang juga telah memanggil dan memeriksa puluhan saksi dalam proses penyelidikan awal.
Sebagai informasi, proyek pembangunan Pasar Puan Ramah didanai dari Biaya Tidak Terduga (BTT) APBD 2022 Kota Tanjungpinang dengan nilai sekitar Rp3 miliar.
Proyek tersebut disetujui oleh mantan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, dan dikerjakan oleh pihak ketiga, yakni CV Cahaya Fajar, yang berlokasi di kawasan Pinang Kencana.
Pasar ini sebelumnya diresmikan mantan walikota Tanjungpinang Hj.Rahma pada 2022.
Penulis:Roland
Editor :Redaktur













