Sehari Empat Warga Bintan Meninggal Dunia Karena Covid-19

Prosesi pemakaman jenazah warga yang meninggal dunia akibat Covid 19 di Bintan.
Prosesi pemakaman jenazah warga yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Bintan. (Foto: Hasura/Presmedia.id).

PRESMEDIA.ID, Bintan – Kasus kematian yang disebabkan Covid-19 di Kabupaten Bintan terus terjadi. Bahkan dalam sehari, yaitu Kamis (15/7/2021) sebanyak 4 warga dinyatakan meninggal dunia karena Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, dr Gama AF Isnaeni, membenarkan ada 4 warga Kabupaten Bintan yang meninggal dunia karena covid-19. Mereka terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan.

“Mereka adalah pasien kasus ke 3565, 3598, 3710, dan 3711,” ujar Gama, kemarin.

Untuk pasien kasus ke 3565 adalah Bar (54) seorang laki-laki asal Kampung Melayu, Kecamatan Gunung Kijang. Dia sakit batuk dan ditetapkan terkonfirmasi positif covid-19 pada 11 Juli lalu menjalani isolasi di RSUD Bintan saat itu juga dan 5 hari isolasi dia dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian pasien kasus 3598 yaitu SAK (62) seorang perempuan asal Jalan Nusantara Km 20, Kecamatan Bintan Timur. Dia ditetapkan terkonfirmasi positif covid-19 pada 13 Juli dan saat itu juga menjalani isolasi di RSUD Bintan. 2 hari kemudian dia dinyatakan meninggal dunia.

“Dua pasien ini meninggal dunia saat menjalani isolasi beberapa hari di RSUD Bintan,” jelasnya.

Berikutnya pasien kasus ke 3710 adalah SEN (61) seorang laki-laki asal Moro, Kabupaten Karimun namun tinggal sementara di Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir.

Lansia ini sakit demam, batuk, sesak napas, dan lemah lalu ditetapkan terkonfirmasi positif covid-19 pada 15 Juli melalui tes antigen dan meninggal dunia di hari itu juga.

“Kemudian pasien 3711 adalah Nur (60) asal Jalan Karya Praja Kecamatan Bintan Utara. Lalu meninggal dunia pada 15 Juli dan di test antigen hasilnya positif covid-19,” katanya.

Dengan penambahan tersebut maka jumlah pasien yang meninggal dunia karena covid-19 mencapai 76 orang. Dari total tersebut paling banyak berusia diatas 60 tahunan atau lansia.

“Keempat pasien yang meninggal dunia karena covid-19 itu dimakamkan sesuai dengan penanganan covid-19 dan protokol kesehatan di TPU masing-masing kecamatan,” pungkasnya.

Penulis: Hasura
Editor: Ogawa