
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepulauan Riau kembali melakukan verifikasi dan validasi dan dan jumlah penderita stunting tahun 2024 di provinsi Kepri.
Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kepri, Rohina mengatakan, verifikasi dan validasi data dan jumlah stunting itu, dilakukan, sebagai evaluasi atas program dan pengentasan stunting yang dilakukan pemerintah sepanjang 2023.
Atas hal itu, BKKBN berharap, dengan program yang telah dilaksanakan pemerintah di Kepri, angka stunting Kepri tahun 2024 akan dapat menurun menjadi 10 persen dari 15,4 persen sebelumnya pada 2023.
“Harapan kita, tahun ini data stunting provinsi Kepri akan bisa dibawah 10 persen dari 15,4 persen sebelumnya,” ujarnya di Tanjungpinang Kamis (18/4/2024).
Rohina juga mengatakan, dalam menurunkan angka stunting di Kepri, pihaknya bersama Dinas Kesehatan juga terus melakukan upaya dengan berbagai program.
Salah satunya, dengan launching verifikasi dan validasi data stunting di Kota Tanjungpinang.
Kegiatan ini katanya, menjadi upaya dalam mendapatkan data riel jumlah anak yang menderita stunting di Kota Tanjungpinang.
Verifikasi dan validasi data stunting ini sebutnya, juga bertujuan untuk mendapatkan data stunting pada masing-masing kelurahan di Tanjungpinang sehingga dapat dilakukan penanganan rielnya dengan cepat.
“Sebenarnya verifikasi dan validasi data stunting ini, ada 419 desa kelurahan di Kepri, cuma kita pilih Tanjungpinang sebagaimana harapan Pj.Walikota, agar nanti pada Jambore tingkat Nasional, ada kelurahan di Tanjungpinang yang bebas Stunting,” paparnya.
Data Stunting 2024 Dirilis Wapres Mei 2024
Untuk 2024 kata Rohina, angka stunting di Kepri saat ini masih belum bisa dipublikasikan.
Publikasi angka stunting itu lanjutnya, masih menunggu instruksi Wapres yang akan mempublikasikan setelah dilakukan penimbangan dan verifikasi ulang.
“Rencananya setelah penimbangan dan verifikasi ulang, baru akan dilaunching oleh Wapres sekitar bulan Mei nanti,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang,Zulhidayat juga sangat menyambut baik dan mengapresiasi, terpilihnya Kota Tanjungpinang dalam kegiatan verifikasi dan Validasi data Stunting BKKBN itu.
“Kita apresiasi BKKBN, karena pendataan ini merupakan pilar utama dalam upaya pengentasan stunting di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Melalui verifikasi dan Validasi yang dilakukan BKKBN, Ia juga berharap, Camat, Lurah dan pendamping di kota Tanjungpinang bisa bekerja maksimal dalam pendataan, sehingga, kedepan dapat menjadi acuan data base Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Penulis: Roland
Editor : Redaktur













