
PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Tanjungpinang mengatakan Alat Pelindung Diri (APD) tim medis dalam penangani Covid-19 di Tanjungpinang saat ini di Rumah Sakit dan Puskesma sangat minim.
Ketua Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari mengatakan dari data yang diperoleh di Puskesmas adna RSUD di Tanjungpinang, APD doktet dan perawat (Baju Putih Astronot_red) itu, saat ini hanya tersedia untuk 1 dan 2 orang tenaga medis. Sementara untuk satu pasien itu perlu 11 APD sehari.
Saat ini kita sedang berupaya menyediakan, Baik untuk tenaga medis yang ada di Puskesmas maupun di Rumah sakit,”kata Teguh saat di konfirmasi PRESMEDIA.ID,Sabtu (21/3/2020).
Masalahnya, kata Teguh, APD tersebut saat ini susah dicari. Kendati anggaran untuk membeli sudah ada tetapi proses pembelianya juga susah.
“Ketika dicari Katalok harganya sangat mahal dan tidak sesuai spesifikasi,”ujarnya.
Selain ADP, Teguh juga mengatakan, dari pemantauan dan pengawasan tim gugus, saat ini masker dan hand Sanitizer di Tanjungpinang juga dalam kondisi kosong dan tidak ada.
Untuk mengusahakan stok persediaan itu Dinas Kesehatan Tanjungpinang juga telah mengusahakan dari luar.
“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini persediaan stok itu secepatnya ada,”katanya.
Dalam pengadaan APD dan hal lainya itu, Gugus Tugas Covid-19 Tanjungpinang dikatakan,juga meminta pengawalan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang. Hingga dalam situasi bencana Nasional dan Kepri Tanggap Darurat Cobid-19 ini tidak ada yang diselewengkan.
“Kita sudah kirim surat ke kejaksaan untuk meminta pengawalan dan pendampingi, khusunya dalam pembelian setiap pemesanan APD agar bisa diketahui bahwa harga di pasaran itu mahal,”ujarnya.
Penulis:Roland�
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com











