
PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan Negara Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan, pertumbuhan ekonomi provinsi Kepri pada Triwulan II-2023 mencapai 5,04 persen (yoy), menandai perkembangan yang positif dalam perekonomian daerah ini.
Menurut Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Kepri, Indra Suparyanto, pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2022, di mana perekonomian Kepri tumbuh sebesar 5,01 persen (y-on-y).
Selain itu, dibandingkan dengan Triwulan I 2023, perekonomian Kepri pada Triwulan II 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 0,72 persen (q-to-q).
“Pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan Kepri hingga Triwulan II-2023 tetap solid, sejalan dengan tren perbaikan kondisi perekonomian yang terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi Kepri juga melebihi pertumbuhan nasional yang mencapai 5,03 persen,” ungkapnya dalam konferensi pers progres dan realisasi APBN edisi September 2023 di kantor Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Kepri Selasa (26/9/2023).
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kepri year on year menjadi yang tertinggi di antara provinsi-provinsi lainnya di Sumatera. Hal ini berkontribusi signifikan terhadap PDRB Sumatera sebesar 7,38 persen dan juga mendukung PDB nasional sebesar 1,61 persen.
Selanjutnya, pada bulan Agustus 2023, dua kota utama di Provinsi Kepri, yaitu Kota Batam dan Kota Tanjungpinang, mengalami inflasi year on year sebesar 2,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 114,48. Inflasi ini disebabkan oleh kenaikan IHK dari 111,18 pada Agustus 2022 menjadi 114,48 pada Agustus 2023.
Dalam konteks bulanan, inflasi Kepri tercatat sebesar 0,16 persen. Di antara kedua kota tersebut, Kota Batam mengalami inflasi year on year sebesar 3,10 persen, sementara Kota Tanjungpinang mencapai 2,04 persen.
Ada beberapa isu strategis lain yang perlu diperhatikan di regional Provinsi Kepri per tanggal 31 Agustus 2023.
Pertama, terkait dengan ekspor dan impor, sektor nonmigas memiliki andil sebesar 78,44 persen dari total ekspor pada bulan Agustus 2023. Hal ini turut berperan dalam meningkatkan perolehan PPh 21 dari sektor Industri di bulan tersebut. Negara-negara seperti Singapura, AS, dan Tiongkok menjadi mitra ekspor terbesar Kepri pada bulan Agustus 2023.
Sementara itu, dalam kinerja impor, sektor nonmigas mendominasi dengan 82,53 persen dari total impor pada bulan Agustus 2023, yang didominasi oleh mesin/peralatan listrik dan mesin/pesawat mekanik. Negara-negara seperti Tiongkok, Singapura, dan Jepang menjadi penyedia impor terbesar bagi Kepri pada bulan tersebut.
Isu strategis kedua adalah Penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan UMi (Umum Mikro) di Kepri hingga 31 Agustus 2023. Total penyaluran KUR dan UMi mencapai Rp1.085,18 miliar, dengan penyaluran KUR mencapai Rp1.047,45 miliar dan penyaluran UMi mencapai Rp37,73 miliar.
Jika dilihat dari wilayah kabupaten/kota, penyaluran KUR dan UMi tertinggi terjadi di Kota Batam dengan total Rp 549,99 miliar, sedangkan Kabupaten Lingga mencapai peringkat terendah dengan Rp38,89 miliar. Sektor Perdagangan Besar dan Eceran tetap mendominasi dengan kontribusi sebesar 50,38 persen.
Pemulihan ekonomi tetap menjadi fokus utama tahun 2023, dengan harapan kolaborasi antara instansi vertikal Kementerian Keuangan akan memastikan pelaksanaan APBN sebagai instrumen fiskal berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau.
Penulis: Presmedia
Editor : Redaksi







