Aktivis Batam Sebut Rudi-Rafiq Calon Gubernur Kepri Paling Rasional di Pilkada 2024

Aktivis Batam Uba Ingan Sigalingging sebut Rudi-Rafiq calon Gubernur Kepri paling rasional di Pilkada 2024. (Foto: Istimewa/Uba Ingan)
Aktivis Batam Uba Ingan Sigalingging sebut Rudi-Rafiq calon Gubernur Kepri paling rasional di Pilkada 2024. (Foto: Istimewa/Uba Ingan)

PRESMEDIA.ID, Batam – Aktivis kota Batam Uba Ingan Sigalingging, menyatakan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur H.Muhammad Rudi (HMR) dan H Aunur Rafiq merupakan pilihan paling rasional memimpin Kepulauan Riau (Kepri) di Pilkada 2024.

Uba Ingan mengatakan, pandangan itu didasarkan pada keberhasilan keduanya dalam kepemimpinan, capaian target pertumbuhan ekonomi, Pelaksanaan pembangunan serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam lima tahun terakhir.

Stagnasi PAD Kepri dalam 5 Tahun Terakhir

Uba mengatakan, dalam lima tahun terakhir, Pendapatan Asli Daerah (PAD) provinsi Kepri mengalami stagnasi dengan 75 persen pendapatan provinsi berasal dari Pajak Kendaraan Bermotor di Batam.

Menurutnya, hal ini menunjukkan ketergantungan yang besar pada satu sektor tanpa ada upaya nyata dari pemerintah provinsi untuk mengembangkan sumber pendapatan lain.

“Stagnasi PAD Kepri adalah masalah utama, di mana hampir 75 persen pendapatan berasal dari pajak kendaraan bermotor di Batam. Sayangnya, tidak ada upaya serius dari pemerintah provinsi untuk menggali potensi dari sektor lain,” tegas Uba.

Retribusi Labuh Jangkar Gagal Ditarik

Selain itu, Uba juga menyoroti kegagalan pemerintah provinsi dalam mencapai target pendapatan dari Retribusi Labuh Jangkar, yang telah direncanakan mencapai Rp200 miliar.

“Target Retribusi Labuh Jangkar sebelumnya dijanjikan Rp200 miliar, Namun hingga saat ini tidak pernah tercapai. Hal ini menunjukan, kelemahan dalam perencanaan dan kebijakan maritim Gubernur Ansar Ahmad,” jelasnya.

Defisit Anggaran Kepri 2024

Provinsi Kepri lanjut dia, juga menghadapi defisit anggaran sebesar Rp500 miliar pada 2024, yang menurut Uba menjadi bukti ketidakmampuan pemerintah dalam meningkatkan pendapatan serta merencanakan pembangunan yang berkelanjutan.

“Defisit anggaran ini mencerminkan ketidakmampuan pemerintah dalam merencanakan dan mengimplementasikan pembangunan yang berkelanjutan,” lanjut Uba.

Pertumbuhan Ekonomi Kepri Lambat

Akibat stagnasi PAD dan defisit anggaran, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kepri juga berjalan lambat dan tidak merata.

Uba menilai, meskipun beberapa wilayah mengalami kemajuan, hasilnya belum memuaskan, terutama dalam hal pemerataan pembangunan di seluruh kabupaten dan kota.

“Batam dengan pertumbuhan ekonomi 7,04 persen pada 2023 jauh melampaui provinsi lain di Kepri, serta angka nasional,” ujarnya.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga lebih tinggi, mencapai 82,64 dibandingkan provinsi Kepri yang hanya 79,08 dan nasional 74,39.

Rudi-Rafiq Dipandang Paling Rasional Memimpin Kepri

Dengan latar belakang tersebut, Uba menyimpulkan, pasangan H.Muhammad Rudi dan H Aunur Rafiq adalah pilihan paling rasional untuk memimpin Kepri.

Pengalaman HMR sebagai Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam, serta Aunur Rafiq sebagai Bupati Karimun, menurutnya sudah terbukti efektif dalam memajukan daerah masing-masing.

“Pembangunan di Batam bisa menjadi barometer untuk menilai kemampuan seorang pemimpin. Dengan Batam yang memerlukan anggaran besar, kemajuan di sana seharusnya menjadi stimulus bagi seluruh Kepri,” terang Uba.

Penulis: Presmedia
Editor : Redaksi