
PRESMEDIA.ID, Bintan – Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa.
Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang pria asal Kecamatan Bintan Timur, Suhadi (68), ditemukan tewas gantung diri, di rumahnya Kampung Sei Enam Darat, RT 002/RW 003 Kelurahan Sungai Enam, Minggu (4/2/2024).
Lansia tersebut ditemukan pertama kali oleh istrinya Shofiyah (65) sekitar pukul 05.45 WIB. Atas kejadian itu, istri korban langsung histeris dan memberitahukan suaminya gantung diri ke tetangganya serta ke Polisi.
Kapolsek Bintan Timur AKP Rugianto membenarkan kejadian tersebut. Dan setelah mendapati laporan, pihaknya bersama sejumlah anggota langsung ke rumah korban untuk memastikan kebenarannya.
“Setelah kita dapat laporan sekitar pukul 06.00 WIB, kami langsung mengerahkan anggota ke lokasi dan berkoordinasi dengan tim identifikasi Sat Reskrim Polres Bintan,” ujar AKP Rugianto, Senin (5/2/2024).
Sesampai di lokasi, lanjutnya, korban masih dalam posisi tergantung dengan kondisi leher terjerat tali yang disimpul ke rangka atap bagian dapur rumahnya.
Dari identifikasi yang dilakukan, korban menggunakan pakaian baju kaos lengan pendek dengan motif warna oren, putih, hitam dan celana training warna biru dongker.
Di lokasi, juga ditemukan kursi warna orange dengan jarak sekitar 30 cm dengan korban kemudian pisau yang terletak sejauh 40 Cm serta potongan tali nilon.
“Semua barang bukti itu digunakan korban untuk melakukan aksinya gantung diri dengan tali nilon,” jelasnya.
Setelah dilakukan identifikasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Kijang Kota untuk dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis.
Hasil pemeriksaan luar oleh dr.Mayrendi Suhendra menyatakan, terdapat jejak atau bekas tali pada leher dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Usai diperiksa, jenazah dibawa ke RSUD Bintan di Kijang untuk dilakukan visum lanjutan. Info dari dr Rara hasil visum akan keluar sekitar 3 hari lagi,” katanya.
Selain itu polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi termasuk istri korban. Di situ diketahui bahwa sebelum kejadian, pada Minggu (4/2/2024) sekitar pukul 02.00 WIB korban sempat mengeluhkan sakit di bagian kaki dan demam.
Selanjutnya, korban meminta pada istrinya untuk meminta bantuan orang lain, mengantarkan dirinya ke RSUD Bintan untuk berobat.
Namun karena kondisi saat itu masih gelap istrinya tidak berani keluar rumah dan berinisiatif untuk melakukannya di pagi hari.
“Akhirnya sekitar pukul 05.45 WIB, istri korban keluar rumah dan meminta bantuan warga untuk mengantarkan korban ke rumah sakit,” bebernya.
Usai minta bantuan, istri korban bersama warga tiba di rumah. Namun mereka berdua terkejut dan berteriak histeris melihat korban sudah dalam posisi leher terikat tali nilon dan tergantung di dapur rumah.
“Sudah beberapa saksi yang kita periksa dalam kasus ini,” sebutnya.
Dari keterangan anak korban, orang tuanya itu mengalami sakit pada bagian kaki atau asam urat setelah sebelumnya pernah jatuh di kebun. Akibat kejadian itu korban sering sakit-sakitan.
“Keluarga korban telah menerima dengan ikhlas serta tidak mau dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan. Direncanakan korban akan dimakamkan di TPU Kampung Sei Enam Darat siang ini,” ucapnya.
Penulis: Hasura
Editor : Redaksi













