
PRESMEDIA.ID– Sebanyak 4.415 warga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tercatat menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak Januari hingga Oktober 2026.
Peningkatan kasus ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri di tengah paparan kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Dinkes Kepri, Yosei Susanti, mengatakan jumlah kasus ISPA secara kumulatif meningkat 11,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di sejumlah kabupaten dan kota, dengan kelompok anak-anak turut menjadi perhatian.
Kualitas Udara Tanjungpinang Masuk Kategori Tidak Sehat
Yosei menyebutkan, paparan kabut asap kiriman berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Kepri. Berdasarkan data yang disampaikan Dinkes Kepri, Kota Tanjungpinang mencatat kondisi kualitas udara terburuk di provinsi tersebut.
Kadar pencemaran udara di Tanjungpinang dilaporkan mencapai 164 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.
Selain Tanjungpinang, tiga wilayah lain yang masuk kategori kualitas udara tidak sehat adalah Kota Batam, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Karimun.
Menurut Yosei, sebaran asap karhutla yang memengaruhi tujuh kabupaten dan kota di Kepri menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Batam Catat Kasus ISPA Tertinggi di Kepri
Dari total 4.415 kasus ISPA yang tercatat hingga Oktober 2026, Kota Batam menjadi wilayah dengan jumlah penderita tertinggi, yakni 3.025 kasus. Angka tersebut meningkat 19,3 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, Kabupaten Karimun mencatat kenaikan kasus sebesar 36,8 persen, dengan total 249 penderita. Persentase kenaikan ini menjadi yang tertinggi di antara wilayah yang disebutkan dalam data Dinkes Kepri.
Berikut rincian kasus ISPA di tujuh kabupaten dan kota di Kepri:
Kota Batam: 3.025 kasus
Kabupaten Bintan: 488 kasus
Kabupaten Karimun: 249 kasus
Kota Tanjungpinang: 217 kasus
Kabupaten Lingga: 192 kasus
Kabupaten Natuna: 163 kasus
Kabupaten Kepulauan Anambas: 81 kasus
Data tersebut menunjukkan bahwa kasus ISPA tersebar di seluruh wilayah Kepri, meskipun jumlah penderita di setiap daerah berbeda.
Dinkes Kepri Imbau Warga Gunakan Masker
Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Kepri mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Warga juga diminta menggunakan masker yang sesuai standar kesehatan saat harus beraktivitas di luar rumah.
Yosei mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul selama periode paparan kabut asap.
“Apabila mulai merasakan gejala seperti demam, batuk terus-menerus, atau sesak napas, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan atau Puskesmas terdekat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini agar gangguan kesehatan dapat segera ditangani oleh tenaga medis.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, diharapkan lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama kualitas udara belum membaik.
Dengan meningkatnya kasus ISPA dan meluasnya paparan kabut asap, kewaspadaan serta upaya melindungi kesehatan pernapasan menjadi langkah penting yang perlu dilakukan bersama.
Penulis :Roland
Editor :Redaktur
Sanggahan, koreksi, atau Hak Jawab sesuai UU Pers No. 40/1999 melalui email Redaksi presmedia.id: redaksi.presmed@gmail.com












