Limbah Minyak Hitam Cemari Lagoi, Isdianto Minta Pusat Lakukan Pengusutan

Limbah Minyak Hitam Cemari Lagoi, Isdianto Minta Pusat Lakukan Pengusutan
Plt.Gubernur Kepri Isdianto saat melakukan peninjuan Pencemaran minyak hitam di Kawasan Wisata Lagoi Bintan.

PRESMEDIA.ID,Bintan-Pelaksana tugas gubernur Kepulauan Riau Isdianto meminta pusat, turun tangan melakukan pengusutan dan peninjuan pencemaran limbah minyak hitam (sludge oil) yang mencemari pesisir pantai kawasan wisata Lagoi Bintan.

Hal itu dikatakan Isdianto, saat meninjau lokasi pencemaran limbah minyak, di bibir panti kawasan wisata Lagoi, Bintan, Selasa (21/1/2020).

Dalam tinjauan bersama Forum Koordinasi Perangkat Daerah (FKPD) Provinsi Kepri, Isdianto menyampaikan, perlu adanya langkah antisipasi untuk mencegah limbah minyak hitam ini sampai mencemari bibir pantai dan menganggu para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lagoi Bintan.

“Saya lihat sekarang limbah yang masuk itu tidak ada penahannya, sehingga langsung masuk ke pantai,”ucapnya.

Setelah berdiskusi dengan FKPD maka salah satu solusi untuk mencegah limbah minyak hitam ini masuk ke pantai, lanjut Isdianto, perlu dipasangi jaring penahan di laut. Hal itu untuk mencegah limbah hitam masuk ke pantai.

“Dengan adanya jaring itu, minyak hitam dapat tertahan sebelum masuk ke pantai. Setidaknya akan mengurangi,” katanya.

Untuk merealisasikan hal itu, Isdianto berencana akan mengumpulkan FKPD dan seluruh pengusaha resort yang terkena dampak limbah minyak hitam. Membahas langkah antisipatif dengan memasang jaring penahan tersebut saat musim limbah minyak hitam.

“Walau belum terlalu efekrif tapi setidaknya ada langkah antisipatif agar minyak itu tidak langsung menyentuh bibir pantai. Ini yang perlu kita rapatkan dulu,”ungkap Isdianto.

Disamping itu, Plt Gubernur juga menyampaikan, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan tersebut. Karena, persoalan minyak hitam ini terus terjadi setiap tahun pada musim angin utara di Kepri.

“Saya sudah sampaikan Pemerintah pusat perlu melakukan pengurusan dan pemantauan, namun sampai saat ini pusat malah tidak tahu siapa yang membuangannya. Kedepan, pemerintah pusat juga harus memantau melalui satelit,”ujarnya.

Grup General Manager PT BRC, Abdul Wahab menyambut baik solusi yang diusulkan Plt Gubernur Kepri. Pemasangan jaring untuk mencegah limbah minyak ke bibir pantai layak dicoba. “Walaupun tidak menghilangkan menyeluruh tapi menguranginya, setidaknya tamu kita sudah melihat upaya ini,”tuturnya.

Sebelumnya, pencemaran limbah minyak hitam sudah terjadi sejak November 2019 hingga saat ini. Selama periode tersebut, pihak wisata Lagoi sudah berkali-kali membersihkan limbah tersebut dan mengumpulkan 372 drum mulai dari November-Januari 2019.

Penulis:Ismail�